Logo
Home Berita

Kemnaker Siapkan 60 Ribu Kuota Vokasi untuk Kebutuhan Industri KEK

Oleh Redaksi 24 Apr 2026
Kemnaker Siapkan 60 Ribu Kuota Vokasi untuk Kebutuhan Industri KEK
Kemnaker Siapkan 60 Ribu Kuota Vokasi untuk Kebutuhan Industri KEK — infopublik.id
Kemnaker siapkan 60 ribu kuota pelatihan vokasi untuk diselaraskan dengan industri KEK dan PSN demi menekan kesenjangan keterampilan pekerja.

Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan 60.000 kuota peserta pelatihan vokasi untuk diselaraskan dengan kebutuhan riil industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN). Langkah strategis ini disepakati bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan pengelola KEK dalam forum diskusi di Jakarta, Kamis (23/4/2026), guna menekan kesenjangan keterampilan tenaga kerja (mismatch).

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan penyelarasan ini menjadi kunci utama peningkatan serapan kerja. Hal ini bertujuan agar program pelatihan pemerintah tidak lagi berjalan terpisah dari kebutuhan industri. "Pelatihan vokasi, termasuk program magang, harus semakin dekat dan sesuai dengan kebutuhan industri di KEK maupun PSN," ujarnya.

Selama ini, industri di kawasan KEK masih menghadapi tantangan dalam memperoleh tenaga kerja dengan kompetensi spesifik. Di sisi lain, pemerintah memiliki infrastruktur pelatihan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di berbagai daerah. Namun, hasil pemetaan menunjukkan masih ada ketidaksesuaian antara jenis pelatihan dan kebutuhan industri di lapangan.

Penyesuaian Program Berbasis Kebutuhan Industri

Menindaklanjuti ketidaksesuaian tersebut, Kemnaker akan melakukan penyesuaian program secara lebih terarah dan berbasis kebutuhan. Pendekatan ini mencakup penguatan kolaborasi lintas kementerian serta keterlibatan langsung pengelola KEK. Para pengelola akan dilibatkan dalam merumuskan kurikulum hingga pelaksanaan pelatihan.

Salah satu langkah konkret yang disepakati adalah alokasi sisa kuota Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 sebanyak 60.000 peserta. Pemerintah juga akan memperluas jangkauan Program Pemagangan (MagangHub) ke seluruh 25 KEK di Indonesia. Peserta ditargetkan tidak hanya mendapat pelatihan kompetensi, tetapi juga pengalaman kerja langsung di lingkungan industri.

Fleksibilitas Pelatihan Kerja dan SDM Berkelanjutan

Yassierli menambahkan, pelatihan vokasi memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas dan durasi singkat, yakni sekitar dua hingga tiga bulan. Ke depan, pelatihan tidak hanya dilakukan di balai pelatihan, melainkan bisa langsung di fasilitas industri. Hal ini diharapkan membuat program vokasi lebih aplikatif dan responsif terhadap kebutuhan pasar kerja.

Ia menegaskan, forum kolaborasi ini menjadi titik awal penguatan ekosistem vokasi nasional yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kemnaker menawarkan sistem, fasilitas, dan dukungan anggaran untuk penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Target akhirnya adalah lulusan vokasi yang siap kerja dan mampu mendorong daya saing industri nasional.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin