Logo
Home Berita

BNPT Cegah Radikalisme Lewat Pemberdayaan Ekonomi Desa di Banten

Oleh Redaksi 24 Apr 2026
BNPT Cegah Radikalisme Lewat Pemberdayaan Ekonomi Desa di Banten
BNPT Cegah Radikalisme Lewat Pemberdayaan Ekonomi Desa di Banten — infopublik.id
BNPT mendorong program Desa Siapsiaga di Banten untuk mencegah paham radikalisme terorisme melalui pemberdayaan ekonomi lokal berbasis masyarakat desa.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mendorong program Desa Siapsiaga untuk mencegah radikalisme sekaligus memberdayakan ekonomi warga desa. Langkah tersebut diumumkan langsung oleh Kepala BNPT, Eddy Hartono, di Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Kamis (23/4/2026).

Menurut Eddy, penguatan ketahanan sosial masyarakat desa tidak dapat dipisahkan dari aspek kesejahteraan ekonomi. Oleh karena itu, BNPT mengembangkan model intervensi yang tidak hanya berorientasi pada keamanan, tetapi juga pada kemandirian finansial masyarakat lokal.

"Program Desa Siapsiaga ini membangun deteksi dini berbasis komunitas di samping memperkuat ketahanan warga dari ancaman bahaya paham radikal terorisme," ujar Eddy.

Sinergi Lintas Sektor dan Pengolahan Limbah

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan keberlanjutan program deteksi dini tersebut. BNPT turut menggandeng PLN Indonesia Power untuk membangun ekosistem perekonomian lokal yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program pemberdayaan ekonomi ini dilakukan melalui pengolahan limbah industri berupa fly ash dan bottom ash (FABA) dari pembangkit listrik. Limbah batu bara tersebut dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan produk bernilai tambah tinggi, seperti paving blok.

Senior Manager PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit PLTU Banten 2, Wisnu Kurniawan, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif perberdayaan masyarakat ini. Ia menyebut pemanfaatan FABA sangat berguna untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus mengurangi limbah buangan industri.

Implementasi Program Strategis Nasional

Langkah pencegahan terorisme berbasis kemandirian ekonomi ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Inisiatif terpadu ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait sinergi pertahanan, keamanan, dan pembangunan mulai dari desa.

Pemerintah daerah setempat juga menilai program terintegrasi ini memberikan peluang baru bagi kemajuan ekonomi kawasan. Camat Menes, Usep Sudarmana, berharap inisiatif tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan sesuai dengan harapan warga.

"Ini merupakan angin segar untuk kita semua. Mudah-mudahan program ini bisa membantu pemberdayaan masyarakat Menes," kata Usep.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin