Logo
Home Berita

Pemerintah Percepat Proyek PLTS 100 GW, Kampus dan Industri Dilibatkan

Oleh Redaksi 24 Apr 2026
Pemerintah Percepat Proyek PLTS 100 GW, Kampus dan Industri Dilibatkan
Pemerintah Percepat Proyek PLTS 100 GW, Kampus dan Industri Dilibatkan — infopublik.id
Pemerintah percepat proyek PLTS 100 GW dengan menggandeng kampus dan industri. Langkah ini bertujuan tekan emisi dan dukung transisi energi nasional.

JAKARTA - Pemerintah mempercepat program strategis nasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) di Jakarta pada Kamis (23/4/2026). Langkah strategis ini melibatkan kementerian, BUMN, industri, dan perguruan tinggi demi mendukung transisi energi bersih dan ketahanan energi nasional.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menyatakan bahwa pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian ESDM, PLN, dan Danantara. Sinergi ini juga menggandeng para ahli dari berbagai perguruan tinggi untuk merespons arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Presiden menekankan percepatan program PLTS 100 GW, terutama untuk menggantikan pembangkit diesel. Kami diminta melaporkan evaluasi program bersama para pemangku kepentingan,” ungkap Brian dalam keterangan tertulisnya.

Pengurangan Pembangkit Diesel

Pada tahap awal tahun ini, pemerintah menargetkan untuk memangkas sekitar 10 GW pembangkit listrik berbasis diesel. Pengurangan ini akan dibarengi dengan potensi instalasi PLTS baru yang diproyeksikan mampu mencapai kapasitas 17 GW.

Langkah konversi tersebut dinilai sangat krusial untuk menekan biaya operasional energi secara nasional. Selain efisiensi biaya, kebijakan ini diyakini mampu mengurangi tingkat emisi karbon di Indonesia secara signifikan.

Peran Kampus dan Hilirisasi Riset

Dalam proyek raksasa ini, peran Kemdiktisaintek difokuskan pada penguatan basis keilmuan, inovasi teknologi, dan penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Perguruan tinggi didorong untuk menghasilkan kajian riset aplikatif yang sesuai dengan karakteristik geografis maupun sosial-ekonomi masyarakat.

Sinergi erat antara pemerintah, industri, dan kalangan akademisi menjadi kunci keberhasilan implementasi program PLTS agar tepat sasaran. Model kolaborasi ini diproyeksikan mampu mempercepat hilirisasi riset energi terbarukan menjadi solusi industri yang nyata.

Ke depan, penguatan riset dan persiapan talenta unggul diyakini akan memperlancar transformasi sistem energi menuju sumber yang lebih efisien. Upaya ini memastikan pengurangan pembangkit diesel berjalan terukur serta berdampak positif bagi kemandirian energi nasional.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin