KSP dan Kemendiktisaintek Genjot Progres Pembangunan Sekolah Garuda
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menggelar pertemuan di Gedung KSP, Jakarta, pada Rabu. Pertemuan strategis ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat proses pembangunan SMA Unggulan Garuda di berbagai wilayah Indonesia.
Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa progres pembangunan sekolah per bulan Mei menunjukkan capaian yang sangat positif. Secara umum, kemajuan konstruksi di seluruh lokasi proyek terpantau berada di atas target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Dalam diskusi tersebut, tercatat kemajuan konstruksi di Provinsi Bangka Belitung telah mencapai 24,52 persen, Nusa Tenggara Timur sebesar 30,27 persen, dan Sulawesi Tenggara 33,17 persen. Namun, proses pembangunan di wilayah Kalimantan saat ini masih menghadapi sejumlah hambatan di lapangan.
Terkait kendala tersebut, KSP berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran pembangunan proyek pendidikan ini. KSP akan memfasilitasi koordinasi antara Kemendiktisaintek dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), masyarakat sekitar, serta otoritas terkait di tingkat daerah.
Target Operasional dan Skema Pendanaan
Dudung menegaskan bahwa program pembangunan fasilitas pendidikan ini harus dikerjakan secara cepat dan tepat sasaran. Pihaknya menargetkan SMA Unggulan Garuda sudah selesai dibangun dan dapat mulai beroperasi pada bulan Juli mendatang.
Sementara itu, Wamendiktisaintek Stella Christie menyoroti peran besar KSP serta dukungan dari kementerian lain, khususnya Kementerian Keuangan. Keterlibatan lintas kementerian ini sangat krusial dalam mempersiapkan dana abadi guna menjamin biaya operasional sekolah ke depannya.
Menurut Stella, pendirian Sekolah Garuda merupakan bentuk investasi nyata negara yang diinisiasi oleh Presiden demi menghasilkan manfaat jangka panjang. "Karena akan ada dana abadi yang membiayai operasional dari Sekolah Garuda nantinya," tutur Wamen Stella.
Perluasan Transformasi Pendidikan
Sebagai informasi, pemerintah telah merencanakan pembangunan enam Sekolah Unggul Garuda baru. Pemerintah juga berupaya menambah jumlah Sekolah Unggul Garuda Transformasi di sejumlah wilayah guna memperluas akses pendidikan berkualitas secara merata.
Sebagai langkah awal implementasi, Kemendiktisaintek telah melakukan proses seleksi yang tercatat per 2 Mei. Hingga tahap tersebut, sebanyak 240 sekolah dari 25 provinsi di seluruh Indonesia sudah melakukan pendaftaran untuk berpartisipasi dalam program ini.
Disarikan dari Berbagai Sumber