Logo
Home Berita

Kemenkes Tekankan Empat Tahap Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Hantavirus

Oleh Redaksi 13 May 2026
Kemenkes Tekankan Empat Tahap Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Hantavirus
Kemenkes Tekankan Empat Tahap Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Hantavirus — infopublik.id
Kemenkes perkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan hadapi ancaman Hantavirus melalui 4 tahap krusial. Kasus di Indonesia dipantau secara intensif.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memperkuat kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia untuk menghadapi ancaman penyakit infeksi emerging, termasuk Hantavirus. Penegasan ini disampaikan oleh Direktur Pelayanan Klinis Kemenkes, Obrin Parulian, dalam webinar pembaruan kasus di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026).

Obrin menyatakan bahwa penyakit infeksi emerging masih menjadi tantangan serius bagi sistem kesehatan nasional maupun global. Menurutnya, kewaspadaan harus terus ditingkatkan meski potensi penyebaran global Hantavirus dari kasus kapal pesiar MV Hondius hanya dinilai pada tingkat sedang.

Di Indonesia, telah ditemukan 23 kasus terkonfirmasi virus Hanta tipe HFRS (Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome). Temuan ini membuktikan bahwa sistem surveilans nasional telah berfungsi dengan baik untuk mendeteksi ancaman penyakit tersebut secara dini.

"Kasus ini harus menjadi perhatian karena penyakit virus Hanta belum memiliki obat spesifik dan vaksin," ungkap Obrin. Ia juga memperingatkan bahwa tingkat kematian atau case fatality rate akibat virus ini bisa mencapai 50 persen tergantung jenisnya.

Empat Tahap Kesiapsiagaan Sistem Kesehatan

Mengambil pelajaran berharga dari pandemi COVID-19, Kemenkes kini berfokus pada empat tahapan operasional krusial, yakni prevensi, deteksi, respons, dan pemulihan (recovery). Tahap prevensi dilakukan melalui penguatan surveilans terintegrasi serta riset klinis untuk pencegahan dan diagnosis.

Tahap deteksi ditekankan pada peningkatan kemampuan menemukan kasus, baik berbasis sindrom maupun pengujian laboratorium. Sementara itu, tahap respons mencakup penanganan kasus yang tepat, termasuk rujukan pasien dan spesimen.

Tahap terakhir adalah recovery yang bertujuan memulihkan fungsi pelayanan kesehatan setelah terdampak situasi wabah. Keempat tahapan tersebut sangat krusial dan membutuhkan dukungan kerja sama multisektor dari pemerintah, akademisi, hingga masyarakat luas.

Langkah Kewaspadaan dan Edukasi Masyarakat

Sebagai langkah antisipasi nyata, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes telah menerbitkan surat kewaspadaan kepada seluruh fasilitas kesehatan. Tenaga medis diwajibkan menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) dengan benar, khususnya pasca kontak dengan pasien suspek.

Fasilitas kesehatan juga diminta segera melaporkan setiap penemuan kasus suspek secara berjenjang kepada dinas kesehatan setempat. Untuk tingkat rumah sakit, Kemenkes menginstruksikan pembaruan data ketersediaan fasilitas dan alat medis secara berkala melalui sistem online.

Menanggapi kekhawatiran yang ada, Obrin mengonfirmasi bahwa pasien kontak erat MV Hondius yang diisolasi di RSPI Sulianti Saroso telah dinyatakan negatif Hantavirus. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari kontak langsung dengan tikus sebagai pembawa virus.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:

Komentar Facebook

Link berhasil disalin