Logo
Home Berita

Mentan Amran Pastikan Indonesia Siap Ekspor 1 Juta Ton Pupuk ke Berbagai Negara

Oleh Redaksi 06 May 2026
Ekspor Beras Indonesia
Ekspor Beras Indonesia
Indonesia juga telah menyiapkan alokasi ekspor pupuk ke Australia sebanyak 250 ribu ton.

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Indonesia siap mengekspor sekitar 1 juta ton pupuk ke berbagai negara. Rencana ini disampaikannya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (5/5) menjelang Rapat Terbatas terkait sektor pangan. Ekspor ini dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar global, terutama dari negara seperti Australia dan India.

Amran merinci bahwa Indonesia telah menyiapkan alokasi ekspor pupuk ke Australia sebanyak 250 ribu ton. Sementara itu, rencana pengiriman produksi pupuk dalam negeri ke India ditargetkan mencapai 500 ribu ton. "India minta juga 500 ribu ton. Dubes-nya menelepon langsung ke saya," ungkap Amran.

Selain kedua negara tersebut, Mentan juga menyoroti adanya potensi perluasan ekspor pupuk ke Brasil dan Filipina. Secara keseluruhan, komitmen ekspor pupuk urea Indonesia ke luar negeri ditargetkan mencapai angka 1 juta ton. Terkait proyeksi nilai ekspor ke negara-negara tersebut, Kementerian Pertanian mengaku masih melakukan kalkulasi keuntungan.

Penurunan Harga Pupuk Subsidi

Sebelum membahas rencana ekspor, pemerintah telah mengumumkan kebijakan penurunan harga pupuk subsidi di dalam negeri sebesar 20 persen. Langkah ini diambil guna menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional sekaligus merespons ancaman krisis pupuk global. Keseluruhan kebijakan ini sejalan dengan amannya kondisi stok beras nasional yang saat ini mencapai 5,2 juta ton.

Dalam keterangannya, Mentan menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berani tersebut di tengah melonjaknya harga pupuk dunia yang lebih dari 40 persen. Kenaikan harga ekstrem di pasar global ini mayoritas dipicu oleh adanya gangguan pasokan secara internasional.

"Presiden Prabowo sejak awal sudah membaca dunia sedang menuju periode yang tidak stabil," tegas Amran. Ia menambahkan bahwa Presiden telah memerintahkan jajarannya untuk tidak sekadar menunggu, tetapi secara proaktif menjemput krisis lewat kebijakan strategis dan antisipatif.

Disarikan dari Berbagai Sumber

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin