Program Presiden Berjalan Baik, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2026 Capai 5,61 Persen
Jakarta - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus), Aries Marsudiyanto, menyatakan program ekonomi Presiden Prabowo Subianto saat ini berjalan dengan baik. Penilaian ini disampaikannya usai melakukan pertemuan evaluasi bersama Presiden di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa (5/5).
Kesuksesan program tersebut ditandai dengan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menyentuh angka 5,61 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I 2026. Capaian positif ini sebelumnya telah diumumkan secara resmi oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
"Artinya seluruh program Bapak Presiden sampai dengan saat ini berjalan dengan baik dan lancar, Alhamdulillah," kata Aries terkait capaian ekonomi tersebut. Evaluasi terhadap berbagai program pemerintah ini terus dilakukan secara rutin guna memastikan target kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.
Kontributor Utama Pertumbuhan Ekonomi
Dalam konferensi persnya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti merinci bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini tercatat memberikan kontribusi sebesar 2,94 persen terhadap total pertumbuhan pada triwulan I 2026.
Selanjutnya, komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi menyusul dengan sumbangan sebesar 1,79 persen. Sementara itu, komponen konsumsi pemerintah turut memberikan dorongan dengan kontribusi pertumbuhan sebesar 1,26 persen.
Harapan Bappisus di Tengah Upaya Pembangunan
Dalam kesempatan yang sama, Aries juga meminta seluruh pihak untuk senantiasa menyampaikan kritik secara baik dan konstruktif. Ia menekankan pentingnya masyarakat membedakan secara jelas antara kritik, penghinaan, dan provokasi.
"Bangsa kita sedang sibuk membangun dengan situasi perang dunia saat ini. Alhamdulillah, semuanya ekonomi dalam keadaan baik," tuturnya. Adapun pertemuan di Istana Negara tersebut juga turut dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto.
Disarikan dari Berbagai Sumber