Pelaksanaan TKA SD 2026 Berjalan Lancar Meski Terkendala Listrik dan Bencana
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD tahun 2026 pada Minggu, 26 April 2026, dilaporkan tetap berjalan lancar di berbagai daerah di Indonesia. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan asesmen ini sukses meski sempat diwarnai gangguan listrik, keterbatasan jaringan internet, hingga bencana alam.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kesiapan satuan pendidikan serta koordinasi yang solid antara sekolah, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait. Adaptasi yang cepat memungkinkan proses evaluasi pendidikan ini tetap sesuai standar tanpa mengorbankan kualitas asesmen.
Tantangan di Berbagai Daerah
Di Provinsi Sulawesi Tenggara, TKA diikuti oleh 2.416 satuan pendidikan di 17 kabupaten atau kota dalam empat gelombang. Kendala seperti pemadaman listrik dan gangguan jaringan pada hari pertama berhasil diatasi melalui penyesuaian jadwal serta relokasi tempat ujian.
Ketangguhan serupa juga terlihat di Kabupaten Maybrat, Papua Barat, di mana sekolah menggunakan layanan satelit dan merelokasi titik ujian untuk mengatasi keterbatasan internet. "Kami tetap antusias mengikuti TKA. Kerja sama tim membuat pelaksanaan berjalan lancar," ujar Kepala SD YPK Pison Fategomi, Orpa Bles.
Sementara itu, kesiapan matang terlihat di Kupang saat sistem cadangan berhasil menyelamatkan data ujian 95 murid ketika terjadi pemadaman listrik secara tiba-tiba. Di Kabupaten Bungo, Jambi, asesmen juga tetap berlangsung tertib dengan pendampingan guru meskipun ruang kelas sempat terdampak bencana banjir.
Evaluasi untuk Kebijakan Pendidikan
Berbagai dinamika di lapangan membuktikan bahwa pelaksanaan TKA sangat bergantung pada kemampuan adaptasi dan kolaborasi seluruh pihak. Pihak sekolah dinilai mampu merespons situasi tak terduga dengan cepat tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan ujian.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menekankan pentingnya pemanfaatan hasil asesmen ini sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis data. "Ke depan, hasil TKA harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperbaiki proses pembelajaran dan memastikan kebijakan pendidikan lebih tepat sasaran," tegasnya.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id