Pelaksanaan TKA SD 2026 Dimulai, SDN 03 Rawa Buntu Jadi Percontohan Asesmen Digital
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 resmi digelar serentak secara nasional pada Senin (20/4/2026). Dalam pelaksanaannya, SDN 03 Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan, menjadi titik pantau utama kesiapan sekolah dalam menghadapi transformasi asesmen berbasis digital.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, meninjau langsung pelaksanaan ujian di SDN 03 Rawa Buntu. Peninjauan ini merupakan bagian dari pengawasan hari pertama TKA SD yang diikuti oleh jutaan siswa di seluruh Indonesia.
Pelaksanaan asesmen di sekolah tersebut berjalan lancar berkat dukungan teknis dan pembiasaan siswa sejak dini. Pihak sekolah memastikan para peserta didik telah familier dengan pola soal melalui rangkaian simulasi yang dilaksanakan jauh hari sebelumnya.
Kesiapan Sarana dan Simulasi Siswa
Kepala SDN 03 Rawa Buntu, Amir Mahmud, menjelaskan bahwa kesiapan siswa tidak hanya dibangun melalui pembelajaran reguler di kelas. Sekolah juga secara rutin menggelar uji coba, simulasi, hingga sosialisasi kepada orang tua murid.
“Alhamdulillah kami sudah melakukan sosialisasi sejak awal, termasuk uji coba dan simulasi. Anak-anak juga sudah terbiasa dengan pola soal yang diberikan guru,” kata Amir di sela kegiatan TKA.
Dari segi sarana pendukung, SDN 03 Rawa Buntu mengoptimalkan 28 unit Chromebook bantuan pemerintah. Sebanyak 20 unit digunakan secara aktif, empat unit disiapkan sebagai cadangan, dan sekolah juga menyediakan genset untuk mengantisipasi potensi pemadaman listrik.
Evaluasi Kebijakan dan Tantangan Perangkat
Pemerintah pusat sebelumnya telah mengevaluasi pelaksanaan TKA di tingkat SMP guna memperkuat kelancaran sistem di jenjang SD. Fokus utama evaluasi tersebut mencakup stabilitas jaringan, ketersediaan perangkat, serta penguatan pengawasan berbasis digital.
Langkah perbaikan ini bertujuan agar pelaksanaan asesmen berjalan lebih stabil, transparan, dan akuntabel di seluruh wilayah. Namun, tantangan keterbatasan perangkat keras masih ditemui di sejumlah satuan pendidikan daerah.
Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Aslih, membenarkan bahwa kesiapan sekolah rata-rata telah mencapai 100 persen. Kendala utamanya saat ini hanya terletak pada jumlah komputer yang belum sebanding dengan kuantitas siswa.
“Kendala ada pada jumlah perangkat. Misalnya dari 167 siswa, sementara alat hanya 20 unit, sehingga pelaksanaannya harus dilakukan secara bergiliran,” jelas Aslih.
Pelaksanaan TKA SD 2026 di SDN 03 Rawa Buntu menjadi gambaran nyata adaptasi ekosistem pendidikan lokal terhadap teknologi. Melalui optimalisasi sarana yang ada, pemerintah terus berkomitmen menghadirkan asesmen yang lebih adaptif, inklusif, dan berintegritas.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id