Logo
Home Berita

Desain Soal TKA SD 2026 Fokus pada Literasi dan Berpikir Analitis

Oleh Redaksi 20 Apr 2026
Desain Soal TKA SD 2026 Fokus pada Literasi dan Berpikir Analitis
Desain Soal TKA SD 2026 Fokus pada Literasi dan Berpikir Analitis — infopublik.id
Desain soal TKA SD 2026 mendorong literasi, numerasi, dan nalar kritis siswa. Wamendikdasmen sebut pendekatan ini melatih kemampuan berpikir analitis.

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun 2026 dirancang untuk memperkuat kemampuan literasi, numerasi, dan nalar kritis siswa. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyampaikan hal ini saat meninjau ujian di SDN 03 Rawa Buntu, Kota Tangerang Selatan, Senin (20/4/2026).

Fajar menegaskan, desain soal TKA SD tahun ini diarahkan untuk mendorong kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS). Pendekatan tersebut tidak lagi mengandalkan hafalan, melainkan menggunakan bentuk naratif yang menuntut siswa memahami konteks dan menarik kesimpulan secara logis. "Model soal TKA didesain untuk mendorong kemampuan berpikir analitis siswa, menguji logika, dan penalaran," ujar Fajar.

Pendekatan berbasis analisis ini juga diterapkan pada soal matematika atau numerasi agar tidak sekadar menjadi hitungan mekanis. Untuk jenjang SD, ujian numerasi terdiri dari 30 butir soal dengan alokasi waktu pengerjaan 75 menit. Sistem tersebut sengaja dirancang agar siswa mampu mengatur strategi prioritas dalam menjawab soal yang dianggap lebih mudah.

Integritas Ujian dan Kolaborasi Daerah

Selain perubahan desain soal, pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun ini dinilai menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek integritas ujian. Fajar menilai pelaksanaannya lebih stabil dan minim kendala dibandingkan jenjang SMA/SMK pada tahap awal implementasi. Pemerintah turut menggandeng penyelia daring untuk memastikan pengawasan berjalan optimal tanpa adanya kebocoran soal yang berarti.

Sementara itu, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menjelaskan penyusunan soal ujian telah melibatkan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah. Komposisinya mencakup 70 persen soal dari pusat dan 30 persen dari daerah sebagai upaya membangun kepemilikan bersama. Ke depannya, porsi kolaborasi pengembangan sistem asesmen ini ditargetkan menjadi semakin seimbang.

Toni menambahkan, seluruh soal TKA SD berbentuk pilihan ganda tanpa esai yang sepenuhnya menekankan pada pemecahan masalah. Melalui transformasi desain asesmen ini, pemerintah berharap peserta didik masa depan akan tumbuh menjadi individu yang lebih kritis, logis, dan adaptif terhadap tantangan.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin