Logo
Home Berita

Tanjung Banon Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru di Batam

Oleh Redaksi 18 Apr 2026
Tanjung Banon Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru di Batam
Tanjung Banon Disiapkan Jadi Pusat Ekonomi Baru di Batam — infopublik.id
Pemerintah Kota Batam menyiapkan Tanjung Banon sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan kawasan industri, investasi, dan PSN.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kawasan Tanjung Banon disiapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru pada Jumat (17/4/2026). Wilayah tersebut akan terintegrasi langsung dengan kota Batam sebagai kawasan sentral industri dan investasi.

Tanjung Banon dipersiapkan menjadi bagian utama dari pengembangan kawasan strategis Rempang dan Galang. Kawasan ini secara resmi telah masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui mega proyek Rempang Eco City.

Pengembangan tata ruang tersebut dirancang agar sejalan dengan karakter Batam sebagai wilayah perdagangan, pariwisata, alih kapal, dan logistik. Integrasi ini diproyeksikan memberikan dampak langsung yang positif bagi pertumbuhan daerah serta masyarakat setempat.

Integrasi dan Pendekatan Partisipatif

Keberhasilan pembangunan besar di Tanjung Banon dinilai sangat bergantung pada efektivitas komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sekitar. Komunikasi yang diterapkan tidak hanya bersifat informatif, melainkan harus partisipatif agar warga terhindar dari konflik dan merasa dilibatkan.

Melalui program penataan dan transmigrasi, warga lokal dipastikan menjadi kelompok pertama yang merasakan langsung manfaat dari pembangunan tersebut. Pemerintah telah menyiapkan paket dukungan berupa kepastian lahan seluas 500 meter persegi per keluarga, rumah layak huni, serta bantuan kebutuhan dasar pada tahap awal.

Penguatan Sektor Ekonomi Lokal

Mengingat mayoritas penduduk setempat berprofesi sebagai nelayan dan petani, pemerintah pusat akan membangun sejumlah infrastruktur penunjang. Pembangunan dermaga baru serta penyediaan fasilitas SPBU khusus disiapkan guna menjamin kelancaran aktivitas melaut para nelayan.

Sementara itu, tantangan keterbatasan lahan pertanian warga akan disiasati melalui program pengembangan kawasan food estate. Melalui sistem ini, petani tradisional akan diberdayakan agar tetap berproduksi dengan metode yang jauh lebih modern dan terintegrasi.

Pemerintah Kota Batam optimistis kawasan baru ini mampu memikat lebih banyak investasi skala besar sekaligus mengangkat taraf kesejahteraan warga lokal. Masyarakat diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, melainkan siap bertransformasi menjadi aktor utama dalam ekosistem ekonomi baru tersebut.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin