Wamendagri Instruksikan Kepala Daerah Prioritaskan Swasembada Pangan Nasional
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menginstruksikan seluruh kepala daerah memprioritaskan program swasembada pangan nasional melalui rapat koordinasi di Jakarta, Sabtu (16/5/2026). Instruksi ini diberikan agar pemerintah daerah tidak mengabaikan ketahanan pangan demi memenuhi janji politik di tingkat lokal.
Menurut Bima Arya, sinkronisasi yang solid antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas harga. Hal ini dinilai sangat penting untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global saat ini.
Optimalisasi APBD dan Pengawasan Langsung
Untuk mendukung swasembada pangan, pemerintah daerah didorong memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Alokasi anggaran tersebut difokuskan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) guna melakukan intervensi pasar dan memperlancar distribusi bahan pangan.
Selain mengoptimalkan anggaran, Bima Arya juga menekankan pentingnya sensitivitas para pemimpin daerah terhadap kondisi riil di masyarakat. Kepala daerah diminta turun langsung ke lapangan guna memantau jalur distribusi, mengawasi rantai produksi, serta mengecek harga komoditas secara berkala.
Langkah antisipasi dan pengawasan langsung ini diperlukan agar potensi gangguan pasokan bahan pangan dapat ditangani sejak dini. "Kita mendorong agar kepala daerah juga memaksimalkan, memanfaatkan APBD-nya untuk program-program swasembada pangan, karena di situ nanti akan terlihat data-datanya," ujar Bima Arya.
Evaluasi dan Apresiasi Pengendalian Inflasi
Sebagai bentuk pengawasan berkelanjutan, pemerintah pusat secara konsisten menjalankan pengendalian inflasi melalui rapat koordinasi rutin yang telah digelar sejak 24 Oktober 2022. Dalam sistem ini, pemerintah menerapkan mekanisme insentif fiskal berbasis penghargaan dan evaluasi untuk memacu keaktifan daerah.
Pada kesempatan yang sama, Wamendagri turut menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas inisiatif pengendalian inflasi yang telah dilakukan. Langkah strategis Bank Indonesia tersebut dinilai sukses membangun integrasi sistem pangan yang kuat dari hulu hingga hilir.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id