Logo
Home Berita

Kepala Posko PRR Tegaskan Pentingnya Informasi Akurat Pascabencana di Aceh

Oleh Redaksi 17 May 2026
Kepala Posko PRR Tegaskan Pentingnya Informasi Akurat Pascabencana di Aceh
Kepala Posko PRR Tegaskan Pentingnya Informasi Akurat Pascabencana di Aceh — infopublik.id
Kepala Posko Wilayah PRR Safrizal ZA menegaskan pentingnya penyampaian informasi akurat pascabencana dalam Workshop Kreator Informasi Lokal di Banda Aceh.

Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Safrizal ZA, menegaskan pentingnya penyampaian informasi akurat pascabencana kepada masyarakat. Pesan ini disampaikannya dalam Workshop Kreator Informasi Lokal yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital di Hermes Palace Hotel, Kota Banda Aceh, pada Selasa (12/5/2026).

Safrizal menyoroti bahwa di era kebebasan berbicara, pers dan pembuat konten menjadi pilar penting agar informasi publik tidak bias. Pelatihan ini diharapkan mampu meminimalisasi kesenjangan informasi di tengah hiruk-pikuk opini masyarakat.

Ia mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) yang telah menginisiasi kegiatan lintas organisasi tersebut. Kehadiran para pembuat konten dinilai sangat membantu pemerintah dan publik dalam mendapatkan berita yang valid di era tanpa batas ruang.

Tantangan Pemulihan Pascabencana

Posko Wilayah PRR berkomitmen menyuplai data berkala mengenai penanganan pascabencana hidrometeorologi di Aceh kepada para peserta lokakarya. Hal ini juga menjadi upaya pemerintah untuk menjawab opini publik yang menilai proses pemulihan berjalan lamban.

Safrizal mengklarifikasi bahwa penanganan membutuhkan waktu karena cakupan wilayah terdampak yang sangat luas. Selain itu, kondisi geografis dan teknis di lapangan memerlukan kehati-hatian, termasuk verifikasi berlapis terkait legalitas lahan agar tidak memicu masalah baru di kemudian hari.

"Kebutuhan masyarakat di setiap daerah berbeda-beda, namun kita pastikan seluruhnya tertangani tanpa terkecuali," tegas Safrizal. Saat ini, wilayah Aceh masih berada dalam status transisi darurat yang diberlakukan hingga Juli 2026.

Fokus Pembangunan dan Antisipasi Iklim

Fokus utama pada masa transisi meliputi penyediaan tempat tinggal sementara, jaminan pangan, dan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Pemerintah melalui Kemenko Polhukam dan BNPB juga telah merampungkan sejumlah hunian tetap (huntap) komunal di Aceh Utara.

Berdasarkan usulan pemerintah daerah, saat ini terdapat 71 lokasi baru yang sudah siap dibangun huntap komunal. Safrizal juga memaparkan rencana pemenuhan kebutuhan infrastruktur penting untuk mengantisipasi fenomena El Nino kering pada Agustus mendatang.

Kebutuhan mendesak tersebut mencakup pembangunan ratusan sumur bor baru, perbaikan area persawahan, serta revitalisasi sungai terdampak. Pemerintah memastikan seluruh pembangunan fasilitas pemulihan tersebut akan dilakukan secara bertahap.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:

Komentar Facebook

Link berhasil disalin