Logo
Home Berita

PUDAM Banyuwangi Jadikan Sumber Air Gedor Destinasi Wisata Edukasi Sejarah

Oleh Redaksi 13 May 2026
PUDAM Banyuwangi Jadikan Sumber Air Gedor Destinasi Wisata Edukasi Sejarah
PUDAM Banyuwangi Jadikan Sumber Air Gedor Destinasi Wisata Edukasi Sejarah — infopublik.id
PUDAM Banyuwangi membuka kawasan bersejarah Sumber Air Gedor sebagai wisata edukasi pada Rabu (13/5/2026) untuk tingkatkan kesadaran jaga lingkungan.

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi resmi mengenalkan kawasan bersejarah Sumber Air Gedor sebagai destinasi wisata edukasi pada Rabu (13/5/2026). Langkah ini dilakukan guna mengedukasi pelajar dan masyarakat luas tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan mata air setempat.

Sumber Air Gedor berlokasi di Desa Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, tepatnya di kawasan hutan lereng Gunung Ijen. Tempat ini merupakan salah satu sumber mata air tertua di Banyuwangi yang dibangun pada masa kolonial Belanda sejak 1926 dan beroperasi pada 1927.

Sumber air tersebut dinilai memiliki nilai sejarah dan tidak pernah mengalami kekeringan meski telah dimanfaatkan selama hampir satu abad. PUDAM Banyuwangi terus berupaya menjaga kemurnian dan kejernihannya melalui sistem pengelolaan air yang tertutup.

Dukungan Konservasi dan Cagar Budaya

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan dukungannya terhadap pengembangan kawasan edukasi ini saat meninjau langsung ke lokasi. Ia menilai program ini membawa pesan penting bagi generasi muda agar terus merawat alam dan sumber air bersih.

"Ini akan menjadi wisata edukasi alternatif, apalagi ini bisa dibilang semacam cagar budaya," ujar Ipuk. Ia berharap pengenalan lokasi tersebut mampu memotivasi masyarakat untuk terus melestarikan lingkungan yang melingkupi mata air.

Kualitas Air dan Edukasi Lingkungan

Direktur Utama PUDAM Banyuwangi, Abdurrahman, menjelaskan bahwa air dari Sumber Gedor memiliki kualitas yang sangat baik. "Airnya kaya akan mineral sehingga menyehatkan bagi tubuh, dan ini sudah dibuktikan dengan hasil uji laboratorium dari Labkesda," ungkapnya.

Melalui wisata edukasi ini, pengunjung berkesempatan melihat langsung proses penyulingan sederhana hingga skema distribusi air dari alam ke rumah-rumah warga. Abdurrahman berharap para siswa yang berkunjung dapat memahami proses pengelolaan tersebut guna menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini.

Selain mempelajari tata kelola air bersih, para pengunjung juga diperkenalkan pada kekayaan vegetasi di sekitar lereng Ijen. Beberapa jenis tanaman yang dirawat di kawasan tersebut antara lain pohon kluwek, jambu, kemiri, serta berbagai flora lainnya.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:

Komentar Facebook

Link berhasil disalin