Logo
Home Berita

Pemerintah Kaji Proyek Giant Sea Wall Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Oleh Redaksi 13 May 2026
CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan pers
CEO Danantara Rosan Roeslani memberikan keterangan pers
Evaluasi dan pendalaman terus dilakukan agar proyek strategis ini memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi negara.

Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan pemerintah tengah mengkaji pengembangan proyek Giant Sea Wall (tanggul laut raksasa) sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.

Pernyataan ini disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa. Proyek ini dipersiapkan agar tidak hanya berfungsi sebagai pelindung pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa, tetapi juga mampu meningkatkan investasi nasional.

Rosan menjelaskan bahwa pemerintah terus berkoordinasi dengan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ). Langkah kolaboratif ini dilakukan untuk menyempurnakan rencana induk (master plan) dari pembangunan proyek tersebut. Evaluasi dan pendalaman terus dilakukan agar proyek strategis ini memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi negara.

"Jadi tidak hanya dibangun Giant Sea Wall-nya saja, tapi juga titik-titik untuk meningkatkan ekonomi, meningkatkan investasi, dan juga memberi dampak positif terhadap perekonomiannya," ujar Rosan. Proyek tanggul laut ini diharapkan mampu menciptakan titik perekonomian baru di berbagai wilayah yang menjadi area pembangunannya.

Urgensi dan Cakupan Proyek

Pembangunan Giant Sea Wall rencananya akan membentang sepanjang 575 kilometer di kawasan pesisir Pantura Jawa. Proyek berskala besar ini dibagi ke dalam 15 segmen pembangunan yang saling terintegrasi. Tujuannya bukan sekadar melindungi kawasan pabrik dan perkantoran, melainkan juga menjaga hajat hidup masyarakat setempat.

Di kawasan pesisir tersebut terdapat ekologi dan ekosistem vital yang menopang kehidupan banyak pihak, terutama para nelayan. Oleh karena itu, pengembangan sistem perlindungan pesisir ini menjadi bagian krusial dari strategi nasional untuk menjaga keberlanjutan peradaban di Pantura Jawa.

Urgensi utama dari pembangunan Giant Sea Wall ini adalah untuk melindungi kontribusi wilayah Pantura Jawa terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Wilayah pesisir utara tersebut diketahui menyumbang nilai ekonomi yang sangat besar, yakni mencapai sekitar 368,3 miliar dolar AS.

Disarikan dari Berbagai Sumber

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:

Komentar Facebook

Link berhasil disalin