Pemkab Lumajang Terapkan Konsep SEKAM di Program Sekolah Adiwiyata
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang terus memperkuat pendidikan berbasis lingkungan melalui program Sekolah Adiwiyata yang difokuskan pada penerapan konsep SEKAM. Penguatan ini disampaikan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri di Aula SMPN 1 Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (12/5/2026).
Konsep SEKAM sendiri meliputi pengelolaan sampah, energi, keanekaragaman hayati, konservasi air, dan makanan higienis. Kelima aspek tersebut dijadikan fondasi utama dalam membentuk budaya hidup berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang, Agus Rokhman Rozaq, menyatakan bahwa program ini bukan sekadar agenda penilaian bagi sekolah. Program Adiwiyata merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi yang peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Menurutnya, penyelesaian persoalan lingkungan tidak cukup hanya dengan mengandalkan kebijakan dari pemerintah. Dibutuhkan juga perubahan kebiasaan di tengah masyarakat yang dapat dimulai secara efektif dari lingkungan sekolah.
Sinergi Lintas Sektor Pendidikan
Sebanyak 28 sekolah mengikuti bimtek tersebut sebagai calon peserta Sekolah Adiwiyata Nasional dan Mandiri Tahun 2026. Para peserta mendapatkan penguatan terkait implementasi program, penyusunan administrasi, serta pengembangan inovasi ekologis di masing-masing sekolah.
Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Kementerian Agama Lumajang, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Jember. Keterlibatan lintas instansi ini merupakan bentuk nyata sinergi sektor pemerintahan dalam penguatan pendidikan lingkungan.
Melalui pendekatan ini, anak-anak diajak memahami bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian dari tanggung jawab sehari-hari. Pemkab Lumajang berharap sekolah mampu menjadi pusat pembentukan perilaku hidup bersih, sehat, dan melahirkan generasi berkesadaran ekologis di masa depan.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id