Logo
Home Berita

Kemen PPPA Dorong Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bersama Keluarga

Oleh Redaksi 06 May 2026
Kemen PPPA Dorong Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bersama Keluarga
Kemen PPPA Dorong Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai Bersama Keluarga — infopublik.id
Kemen PPPA mengajak orang tua meluangkan waktu satu jam tanpa gawai bersama anak lewat gerakan SatuJamKu untuk perkuat kedekatan keluarga di era digital.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mengajak para orang tua untuk meluangkan waktu berkualitas satu jam tanpa gawai bersama anak melalui Gerakan Nasional Satu Jam Berkualitas Bersama Keluarga (SatuJamKu). Ajakan ini disosialisasikan secara langsung oleh perwakilan Kemen PPPA di Jakarta pada Rabu (6/5/2026) sebagai langkah konkret mengatasi renggangnya interaksi akibat derasnya arus digital.

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah II Kemen PPPA, Eko Novi Ariyanti Rahayu Damayanti, menyebut bahwa tantangan pengasuhan saat ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dasar. Para orang tua juga dituntut untuk bisa menjaga kualitas interaksi karena keluarga adalah tempat pertama bagi anak untuk tumbuh dan berkembang.

Ancaman Gawai Terhadap Kedekatan Keluarga

Eko Novi menjelaskan bahwa intensitas penggunaan gawai yang tinggi sering kali tanpa disadari mengurangi ruang interaksi langsung di dalam rumah tangga. Kondisi ini membuat anak dan orang tua yang berada dalam satu ruangan terpisah oleh layar masing-masing.

Di sinilah kehadiran waktu berkualitas memegang peran penting bagi kedekatan emosional anak. Hal terpenting menurutnya bukanlah durasi kebersamaan yang panjang, melainkan kehadiran utuh dari para orang tua.

"Ketika orang tua mau meletakkan gawainya, mendengarkan cerita anak, atau sekadar bermain bersama, itu menjadi momen yang sangat berarti bagi anak,” ujar Eko Novi.

Pengasuhan Berbasis Hak Anak

Gerakan SatuJamKu hadir untuk mendorong berbagai aktivitas sederhana seperti membaca buku bersama, berdialog santai, bermain permainan tradisional, hingga berjalan di luar rumah. Dalam praktiknya, gerakan ini menjadikan pengasuhan berbasis hak anak sebagai landasan utama.

Pendekatan tersebut memandang setiap anak sebagai individu unik dengan kebutuhan berbeda yang berhak didengar pendapatnya. Oleh karena itu, Eko Novi menekankan bahwa orang tua harus menjadi contoh nyata dalam berperilaku agar anak dapat merasakan langsung nilai kebersamaan tersebut.

Dukungan Lingkungan dan Komunitas

Selain peran inti keluarga, lingkungan sekitar juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pola asuh anak. Berbagai kelompok orang tua hingga layanan seperti Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) dinilai dapat menjadi wadah berbagi guna menguatkan praktik pengasuhan.

Gerakan SatuJamKu sendiri telah diperkenalkan sejak program Ramadan Ramah Anak pada tahun 2024 dan terus dikembangkan untuk membangun ketahanan keluarga. Inisiatif tanpa biaya besar ini dinilai berdampak signifikan dalam membangun kembali komunikasi, kepercayaan, dan kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin