PGRI: Revitalisasi Sekolah Harus Diimbangi Peningkatan Kualitas Guru
Jakarta - Program revitalisasi satuan pendidikan oleh pemerintah dinilai perlu diiringi transformasi kualitas guru dan pembelajaran agar berdampak nyata terhadap mutu pendidikan. Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, dalam kegiatan Media Briefing Redaksi di Jakarta pada Kamis (30/4/2026). Ia menilai pembangunan sarana fisik sekolah harus menjadi fondasi utama bagi perubahan praktik pembelajaran di ruang kelas.
"Kami menyambut baik revitalisasi ini sebagai kabar gembira, terutama bagi sekolah-sekolah lama yang dibangun sejak 1980-an. Tetapi tantangan berikutnya adalah bagaimana fasilitas itu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran," ujar Unifah. Fokus pembangunan infrastruktur ini wajib diimbangi dengan kesiapan tenaga pendidik dalam mengubah pola pikir mereka.
Ia menekankan bahwa guru kini tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan, melainkan berperan sebagai fasilitator siswa. Pendekatan pembelajaran juga harus bergeser ke model yang lebih berpusat pada peserta didik agar mereka lebih aktif dan mandiri. Guru dan siswa didorong untuk bersama-sama menjadi pembelajar yang adaptif di tengah kemudahan akses informasi.
Kesejahteraan Guru dan Beban Administrasi
Unifah turut menyoroti pentingnya kesejahteraan serta kepastian karier guru sebagai faktor krusial penentu keberhasilan transformasi pendidikan. Menurutnya, kualitas pembelajaran di sekolah tidak dapat dipisahkan dari kondisi pendidik itu sendiri. Para guru membutuhkan kepastian masa depan agar terus termotivasi untuk belajar dan mengembangkan kompetensi.
Tingginya beban administrasi yang harus ditanggung guru di era digitalisasi pendidikan juga menjadi sorotan tajam PB PGRI. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak justru mengalihkan fokus utama guru dari tugas mendampingi siswa secara langsung. "Jangan sampai guru habis waktu untuk mengunggah data di aplikasi, sementara interaksi dengan siswa justru berkurang," tegas Unifah.
Penguatan Ekosistem Pembelajaran
Sebagai langkah solutif, PB PGRI mengusulkan penguatan sistem pendampingan berbasis komunitas bagi para pengajar. Hal ini mencakup pengaktifan kembali peran guru senior serta pembentukan forum kolaboratif di tingkat satuan pendidikan seperti lingkar belajar guru. Pendampingan tersebut harus bersifat komprehensif dan berkelanjutan, bukan sekadar sosialisasi sesaat.
Lebih jauh, Unifah mengingatkan bahwa keberhasilan setiap kebijakan pendidikan pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh implementasinya di ruang kelas. Karena itu, setiap program revitalisasi fisik wajib memberi dampak langsung pada kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Ia berharap perbaikan fasilitas ini turut memperkuat ekosistem pembelajaran dan efisiensi tata kelola pendidikan nasional.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id