Logo
Home Berita

Pemprov Kalteng Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 18,8 Persen pada 2026

Oleh Redaksi 30 Apr 2026
Pemprov Kalteng Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 18,8 Persen pada 2026
Pemprov Kalteng Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 18,8 Persen pada 2026 — infopublik.id
Pemerintah Provinsi Kalteng menargetkan penurunan angka stunting menjadi 18,8 persen pada 2026 melalui Rakorda Program Bangga Kencana di Palangka Raya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menargetkan angka prevalensi stunting turun menjadi 18,8 persen demi mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Target tersebut ditegaskan oleh Ketua TP PKK Kalteng, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, dalam pembukaan Rakorda Program Bangga Kencana di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, pada Rabu (29/4/2026).

Aisyah menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Ia menyebut keluarga merupakan fondasi krusial dalam meningkatkan kualitas generasi menuju visi Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, Rakorda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan komitmen lintas sektor di daerah.

Capaian penurunan stunting di Kalteng sejauh ini menunjukkan tren positif, yakni turun dari 27,4 persen pada 2021 menjadi 22,1 persen pada 2024. Pemerintah daerah memproyeksikan angka ini terus ditekan menjadi 20,6 persen pada 2025 dan 18,8 persen pada 2026. "Capaian ini perlu diikuti upaya yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan," ujar Aisyah.

Program Prioritas dan Sinergi Lintas Sektor

Untuk mencapai target penurunan, pemerintah daerah terus memperkuat sejumlah program prioritas seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) dan Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya). Terdapat pula Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), pemberdayaan lansia (Sidaya), serta program makan bergizi bagi ibu hamil, menyusui, dan balita. Berbagai program ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas hidup dan produktivitas masyarakat secara nyata.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden, menambahkan bahwa upaya yang lebih optimal dan peningkatan kualitas data sangat diperlukan. Langkah tersebut mencakup penguatan pemantauan dan evaluasi, pengukuran indikator layanan, hingga pengawasan ketat terhadap realisasi anggaran.

Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat BKKBN, Wahyuniati, turut menekankan pentingnya komitmen pemerintah pusat dan daerah agar intervensi percepatan penurunan stunting berjalan tepat sasaran. Acara ini juga dirangkai dengan penyerahan penghargaan kepada kabupaten/kota se-Kalteng yang telah merampungkan dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025–2029.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin