Lawatan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea Berbuah Komitmen Bisnis Senilai Rp575 Triliun
Seskab Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi agenda lawatan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang beserta kunjungan lainnya.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengonfirmasi agenda lawatan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Jepang beserta kunjungan lainnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia teken 3 kesepakatan energi bersih dan mineral kritis dengan Korea Selatan yang disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo.
Rosan Roeslani, selaku Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM serta CEO Danantara, menyampaikan pernyataan tersebut.
Pengumuman dan pertukaran sepuluh nota kesepahaman tersebut disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mempercepat kerja sama investasi energi, hilirisasi, dan proyek strategis antara Indonesia dan Jepang.
Pada 31 Maret 2026 di Tokyo, Presiden Prabowo bertemu 13 pimpinan perusahaan Jepang. Menurut Seskab Teddy, kunjungan ini bertujuan memperkuat kerja sama strategis kedua negara.
Pemerintah RI merilis kebijakan strategis via hybrid dari Seoul (31/3/2026) guna mitigasi risiko global. Fokusnya: transformasi budaya kerja, efisiensi energi, dan ketahanan ekonomi.
Di Seoul (31/3/2026), Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin pasokan energi nasional aman dari gejolak geopolitik. Ia menegaskan cadangan BBM saat ini telah melampaui standar minimum.
Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan komitmen kuat mereka untuk mempererat kerja sama kedua negara.
Di tengah tantangan global, PM Takaichi menegaskan kemitraan dengan Indonesia kian strategis, terutama untuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.