Logo
Home Berita

SRT 7 Probolinggo Integrasikan Pendidikan Digital dan Keterampilan Kerja

Oleh Redaksi 16 Apr 2026
SRT 7 Probolinggo Integrasikan Pendidikan Digital dan Keterampilan Kerja
SRT 7 Probolinggo Integrasikan Pendidikan Digital dan Keterampilan Kerja — infopublik.id
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Probolinggo menggabungkan pendidikan formal, digitalisasi, dan keterampilan kerja untuk mencetak lulusan siap kerja.

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo, Jawa Timur, terus memperkuat kualitas pembelajaran melalui penggabungan pendidikan formal, digitalisasi, dan keterampilan kerja. Langkah ini disampaikan oleh Kepala SRT 7, Susilowati, dalam kunjungan jurnalistik pada Kamis (16/4/2026). Inovasi tersebut dirancang untuk memastikan lulusan tidak hanya berpendidikan, tetapi juga siap mandiri dan terserap di dunia kerja.

Susilowati menjelaskan bahwa sekolah yang masuk kategori rintisan awal (1A) ini telah beroperasi sejak 14 Juli 2025. Saat ini, SRT 7 memiliki empat rombongan belajar yang terdiri dari dua kelas SMP dan dua kelas SMA. "Setiap rombongan belajar diisi 25 siswa. Selain pembelajaran formal, kami fokus membekali anak-anak dengan keterampilan praktis dan adaptasi teknologi," ujarnya.

Transformasi Digital dan Kewirausahaan

Transformasi digital menjadi salah satu keunggulan utama di SRT 7 Probolinggo. Seluruh siswa telah difasilitasi perangkat pendukung seperti laptop dan sistem pembelajaran berbasis digital. Bahkan, sistem absensi terintegrasi menggunakan kode batang (barcode) diterapkan untuk memantau kehadiran, konsumsi, hingga ibadah siswa.

Digitalisasi ini dinilai mampu membentuk kedisiplinan dan literasi teknologi anak sejak dini. Selain pemanfaatan teknologi, sekolah juga mengembangkan program kewirausahaan sebagai bagian dari pembelajaran praktis. Siswa dilatih memproduksi produk olahan, seperti kopi rempah dan kopi wine, yang menjadi media belajar bisnis sekaligus membuka peluang ekonomi.

Penguatan kapasitas siswa turut dilakukan melalui beragam kegiatan ekstrakurikuler. Saat ini terdapat sembilan kegiatan, mulai dari pramuka yang berstatus wajib, seni tari, desain grafis, hingga bahasa asing. Ke depan, pihak sekolah berencana menambah program robotik dan bahasa Mandarin.

Kemitraan untuk Karier Global

Capaian menonjol lain dari SRT 7 adalah kemampuan penguasaan bahasa asing oleh para siswanya. Susilowati menyebutkan bahwa seorang siswa tingkat SMP telah mampu berpidato menggunakan bahasa Jepang di hadapan Presiden dalam sebuah acara nasional. Prestasi ini menunjukkan bahwa akses dan pembinaan yang tepat dapat mengembangkan potensi anak secara luar biasa.

Guna memastikan keberlanjutan masa depan siswa, SRT 7 menjalin kemitraan strategis dengan berbagai instansi. Sekolah bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk pelatihan vokasi bagi siswa yang berminat langsung bekerja di bidang otomotif maupun teknis. Sementara itu, bagi siswa yang bercita-cita menjadi anggota TNI atau Polri, sekolah menggandeng Kodim dan Polres setempat untuk pembinaan fisik dan mental.

Peluang karier global juga mulai dibuka melalui penguatan bahasa asing dan fasilitasi kerja sama internasional dari pemerintah. Pendekatan terintegrasi ini sejalan dengan tujuan utama Sekolah Rakyat, yakni membangun manusia unggul dari keluarga prasejahtera. "Kami ingin memastikan anak-anak lulus tidak menganggur. Mereka harus mampu berdiri sendiri, bahkan membantu keluarganya," pungkas Susilowati.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin