Menpora Erick Thohir Raih Penghargaan Diplomasi Olahraga di KWP Awards
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengembangan dan Diplomasi Olahraga dari Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP). Penghargaan tersebut diserahkan dalam ajang KWP Awards 2026 di Ruang Pustakaloka, Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis (16/4/2024).
Erick menilai diplomasi olahraga atau sport diplomacy merupakan kunci penting dalam memperkuat ikatan antarnegara. Diplomasi kemasyarakatan melalui olahraga dinilai tidak kalah krusial jika dibandingkan dengan pendekatan ekonomi maupun politik.
Peran Strategis Diplomasi Olahraga
Menpora mencontohkan langkah Presiden Prabowo Subianto yang aktif ke luar negeri demi menjaga keseimbangan geopolitik dan geoekonomi Indonesia. Menurut Erick, diplomasi olahraga hadir untuk melengkapi upaya tersebut karena sering kali berperan secara halus namun sangat berdampak.
Ia mengambil contoh masa lalu terkait kepindahan kewarganegaraan mantan pebulu tangkis Indonesia, Mia Audina, ke Belanda sebagai bagian dari dinamika diplomasi olahraga. Saat ini, Erick juga telah menjalin kerja sama diplomasi olahraga secara konkret dengan Kedutaan Besar Prancis.
Kerja sama dengan Prancis tersebut mencakup pengembangan cabang olahraga sepak bola, selancar (surfing), hingga berkuda (equestrian). Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang juga gencar mendorong diplomasi olahraga secara global.
Apresiasi untuk Insan Pers Parlemen
Ajang KWP Awards kali ini mengusung tema "Mengawal Perjuangan, Mengapresiasi Dedikasi, Bersama Mewujudkan Indonesia Emas". Pada puncak acara, KWP memberikan penghargaan kepada sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara, kementerian, legislator, hingga kepala daerah.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, turut memberikan apresiasi tinggi kepada KWP atas penyelenggaraan acara penghargaan ini. Ia menekankan bahwa acara tersebut menjadi momen penting untuk merefleksikan hubungan harmonis antara lembaga legislatif dan insan jurnalisme.
Puan mengingatkan agar bahasa kebijakan dari DPR, DPD, dan MPR dapat terus diterjemahkan secara lugas ke dalam bahasa keseharian oleh media. Ia juga berharap para jurnalis selalu mengedepankan ketepatan konteks, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menyampaikan aspirasi rakyat.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id