Kisah Muhsin, Relawan SPPG di Bogor yang Berhasil Menabung untuk Menikah
Bogor - Muhamad Muhsin (25), seorang relawan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), akan melangsungkan pernikahan dalam waktu satu minggu ke depan berkat tabungan penghasilannya selama lima bulan terakhir sejak Desember lalu. Keberhasilan pemuda di Bogor ini tidak lepas dari keikutsertaannya dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akhirnya memberinya kepastian secara ekonomi.
Sebelum bergabung sebagai relawan di dapur SPPG Jogjogan 2, Muhsin bekerja serabutan, terutama sebagai pengemudi ojek. Penghasilannya saat itu sangat tidak menentu dan ia sering kali tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dalam sehari.
"Dulu itu tidak tentu. Kadang ada, kadang tidak. Paling cukup untuk diri sendiri," kenang Muhsin. Situasi sulit tersebut membuatnya nyaris mustahil merencanakan masa depan karena semua pendapatan habis untuk kebutuhan harian.
Titik Balik Bersama Program MBG
Perubahan drastis mulai dirasakan Muhsin saat memutuskan bergabung sebagai relawan di bawah inisiatif Badan Gizi Nasional. Dalam kurun waktu lima bulan, kehidupannya perlahan menjadi lebih stabil dengan adanya kepastian pendapatan rutin.
Meskipun penghasilan yang diterimanya tidak terlalu besar, Muhsin merasa sangat bersyukur. Ia mulai konsisten menyisihkan uang sedikit demi sedikit dari pendapatannya tersebut.
"Kalau dibilang gaji, tidak besar. Tapi berkah, lebih dari cukup buat saya. Alhamdulillah, terbantu sekali setelah ada MBG karena bisa mengumpulkan uang untuk menikah," ujarnya dengan wajah sumringah.
Berbagi Kebahagiaan dengan Keluarga
Bagi Muhsin, pencapaian ini bukan sekadar tentang besaran nominal angka tabungan. Hal ini merupakan kesempatan berharga untuk mewujudkan mimpi yang sebelumnya terasa mustahil dicapai oleh pekerja serabutan.
Selain mempersiapkan masa depan, pekerjaan ini memberi peluang bagi Muhsin untuk berbagi dengan keluarga. Kini, ia dapat memberikan sebagian rezekinya kepada sang ayah yang menjadi satu-satunya orang tua yang ia miliki.
"Sekarang bisa memberi ke bapak juga. Dulu tidak terpikirkan," ungkapnya. Di dapur SPPG, di antara aktivitas menyiapkan makanan bergizi bagi masyarakat, Muhsin menemukan pijakan kokoh untuk menata kehidupan barunya kelak.
Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id