Logo
Home Berita

Merapi Semburkan Lava Pijar Belasan Kali

Oleh Redaksi 25 Apr 2026
Gunung Merapi
Gunung Merapi
Terjadi belasan kali gempa guguran dengan durasi yang bervariasi.

YOGYAKARTA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dilaporkan masih berada pada tingkat yang fluktuatif namun cenderung tinggi. Dalam periode pengamatan terakhir pada Sabtu (25/4), Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat adanya rentetan guguran lava pijar yang mengarah ke sektor barat daya.

Berdasarkan data kegempaan terbaru, terekam belasan kali gempa guguran dengan durasi yang bervariasi. Secara visual, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian sekitar 25 meter di atas puncak kawah.

Detail Aktivitas dan Jarak Luncur

Hingga pagi ini, teramati sedikitnya 12 hingga 17 kali semburan lava pijar yang mengarah ke Kali Bebeng dan Kali Krasak. Jarak luncur maksimum terpantau mencapai 1.500 hingga 2.000 meter dari puncak kawah.

"Kondisi Merapi saat ini masih dalam fase efusif yang cukup aktif. Guguran lava pijar dan awan panas guguran masih menjadi potensi bahaya utama, terutama di sektor selatan-barat daya," ujar petugas pengamat BPPTKG dalam laporan harian.

Status Siaga Level III Tetap Berlaku

Meskipun jumlah gempa guguran dilaporkan sedikit menurun dibandingkan periode pekan lalu, BPPTKG menegaskan bahwa status Gunung Merapi masih bertahan pada Level III (Siaga). Status ini belum berubah sejak November 2020 mengingat suplai magma dari dalam perut gunung masih berlangsung secara dinamis.

Potensi bahaya saat ini meliputi Guguran lava dan awan panas di Sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng.

Lontaran material vulkanik: Jika terjadi letusan eksplosif, material dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat diimbau waspada terhadap ancaman lahar dingin di sungai-sungai yang berhulu di Merapi saat terjadi hujan deras di area puncak.

Pemerintah daerah melalui BPBD Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten mengimbau warga agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya yang telah ditetapkan. Para wisatawan juga diingatkan untuk tidak mendekati radius bahaya 3 hingga 7 km (tergantung bukaan kawah).

Masyarakat diminta tetap tenang namun waspada, serta tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Informasi resmi mengenai aktivitas Merapi dapat diakses melalui aplikasi Magma Indonesia atau akun media sosial resmi BPPTKG.

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin