BGN Klarifikasi Isu Anggaran IT SIPGN, Gandeng Peruri Pastikan Keamanan Data
Menanggapi isu viral terkait anggaran Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) senilai Rp1,2 triliun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana memberikan klarifikasi resmi. Di Jakarta pada Senin (20/4), Dadan menegaskan bahwa pemilihan mitra strategis dan realisasi anggaran diawasi dengan ketat. Hal ini dilakukan demi menjamin keamanan dan kedaulatan data gizi nasional.
Dadan menjelaskan bahwa dari pagu anggaran yang tersedia, realisasi saat ini dialokasikan untuk dua kebutuhan krusial. Pertama, pengembangan aplikasi SIPGN yang mencakup berbagai modul dengan nilai sekitar Rp550 miliar. Kedua, penyediaan layanan managed service perangkat internet of things (IoT) senilai kurang lebih Rp199 miliar.
Penunjukan Peruri sebagai GovTech Indonesia
Pemilihan Perum Peruri sebagai mitra strategis merupakan langkah terintegrasi negara dalam menjaga keamanan siber nasional. Peruri telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi dengan tingkat keamanan tinggi sesuai mandat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2019. Aturan ini memberikan wewenang kepada Peruri sebagai penyedia solusi keamanan digital bagi instansi pemerintah.
Selain itu, status Peruri sebagai GovTech Indonesia berdasarkan Perpres Nomor 82 Tahun 2023 menjadi alasan utama lembaga ini dipercaya mengelola transformasi digital. Peruri juga menjadi satu-satunya BUMN Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) berstatus berinduk serta berkapasitas sebagai penyedia sistem meterai elektronik.
Komitmen Transparansi dan Distribusi Gizi
Dadan memastikan seluruh proses kerja sama dengan BGN dijalankan secara transparan dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Pihaknya sangat mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). "Kami memastikan tidak ada celah bagi penyimpangan karena ini menyangkut kedaulatan data gizi rakyat Indonesia," tegas Dadan.
Terkait isu teknis pada Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), Kepala BGN menjamin setiap tahapan administrasi tetap mematuhi koridor hukum. BGN berkomitmen agar sistem SIPGN dan layanan IoT dapat segera beroperasi maksimal untuk memastikan distribusi gizi tepat sasaran serta terpantau secara real-time.
Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id