Logo
Home Berita

Menteri ESDM Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik, Stok Nasional Aman

Oleh Redaksi 21 Apr 2026
Menteri ESDM Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik, Stok Nasional Aman
Menteri ESDM Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik, Stok Nasional Aman — infopublik.id
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjamin harga LPG 3 kg bersubsidi tidak akan naik dan stok aman di tengah penyesuaian harga LPG nonsubsidi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram (kg) tidak akan mengalami kenaikan di tengah penyesuaian harga LPG nonsubsidi. Kepastian ini disampaikan di Jakarta pada Senin (20/4) untuk merespons dinamika harga energi global sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Bahlil memastikan ketersediaan stok nasional LPG 3 kg saat ini tetap berada di atas standar minimum. Ia juga mencatat bahwa pemerintah konsisten tidak menaikkan harga komoditas bersubsidi tersebut sejak program konversi LPG dimulai pada 2007.

Meskipun demikian, pemerintah tidak menampik adanya fluktuasi harga di lapangan yang disebabkan oleh ulah oknum distribusi. "Yang ada, harga itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Itu yang mau saya tata untuk betul-betul subsidi itu yang menerima adalah yang berhak," tegas Bahlil.

Penataan Pengecer dan Harga Nonsubsidi

Terkait efektivitas distribusi, Bahlil mengevaluasi kebijakan penghapusan pengecer pada Februari 2025 yang sempat memicu antrean panjang. Sebagai solusinya, pemerintah kini mendorong para pengecer untuk mendaftar secara resmi sebagai subpangkalan guna memitigasi lonjakan harga di tingkat eceran.

Berbeda dengan produk subsidi, harga LPG nonsubsidi justru mengalami kenaikan signifikan per 18 April 2026. PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LPG 12 kg sebesar 18,75 persen menjadi Rp228.000 per tabung. Sementara itu, varian 5,5 kg naik 18,89 persen menjadi Rp107.000 per tabung untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Bahlil menjelaskan bahwa penyesuaian harga LPG nonsubsidi bersifat fleksibel mengikuti mekanisme pasar internasional, khususnya merujuk pada harga Saudi Aramco. "Jadi, kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, naik," pungkasnya.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin