Logo
Home Berita

UI dan Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Jaga Arah Perubahan Sosial

Oleh Redaksi 14 Apr 2026
UI dan Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Jaga Arah Perubahan Sosial
UI dan Muhammadiyah Perkuat Kolaborasi Jaga Arah Perubahan Sosial — infopublik.id
UI dan Muhammadiyah menandatangani MoU di Balai Sidang UI, Depok, untuk memperkuat peran kampus dan masyarakat sipil dalam menjaga arah perubahan sosial.

Universitas Indonesia (UI) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menandatangani Nota Kesepakatan Bersama (MoU) di Balai Sidang UI, Depok, Jawa Barat, pada Senin (13/4/2026). Kolaborasi yang dirangkaikan dengan kuliah umum ini bertujuan memperkuat peran strategis kampus dan masyarakat sipil dalam menjaga arah perubahan sosial di tengah dinamika global.

Rektor UI, Heri Hermansyah, menyatakan bahwa kerja sama ini bukan sekadar kemitraan formal. Upaya ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat nilai dan menjaga akal sehat publik di tengah arus perubahan zaman. "Keduanya memikul tanggung jawab yang sama untuk mendorong perubahan sosial yang lebih adil dan beradab," ujar Heri.

Kolaborasi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya di Yogyakarta pada bulan Ramadan. Semangat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) kini diwujudkan dalam program yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.

Program Strategis dan Tantangan Perubahan Sosial

Sebagai bentuk implementasi, UI dan Muhammadiyah akan mengembangkan sejumlah program strategis pendidikan. Program tersebut meliputi studi lanjut dan percepatan (fast-track) yang dirancang untuk mencetak sumber daya manusia unggul, berintegritas, serta adaptif. Kemitraan ini juga dinilai penting guna memperluas kontribusi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi masyarakat.

Dalam kuliah umum bertajuk "Intelektual, Masyarakat Sipil, dan Perubahan Sosial", Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, turut memberikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara kampus dan masyarakat sipil harus menghasilkan dampak nyata yang melampaui batas simbolisme semata.

Menurut Haedar, intelektual sejati diukur dari kemampuannya menghadirkan solusi yang memberdayakan dan mencerahkan masyarakat. Ia juga mengingatkan bahwa perubahan sosial akibat urbanisasi, ekspansi perkotaan, dan revolusi digital kini berlangsung sangat cepat. "Intelektual adalah panggilan moral yang menuntut tanggung jawab sosial," tegasnya.

Rekonstruksi Nilai di Tengah Dinamika Global

Haedar menilai perkembangan teknologi informasi saat ini mendorong pergeseran nilai menuju individualisme dan materialisme. Di sisi lain, liberalisasi politik dan ekonomi pascareformasi dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan penguatan etika publik. Hal tersebut memicu munculnya praktik politik transaksional yang melemahkan nilai kebangsaan.

Menghadapi tantangan global seperti krisis lingkungan dan kecerdasan buatan, Haedar menekankan perlunya rekonstruksi nilai berbasis spiritualitas dan kearifan lokal. Ia mengajak perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa bersinergi merespons perubahan ini secara konstruktif dan bijaksana.

Sinergi antara UI dan Muhammadiyah diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan sosial yang lebih beradab dan berkelanjutan. Langkah strategis ini sekaligus mengukuhkan peran kampus dan masyarakat sipil sebagai penggerak perubahan dalam menghadapi tantangan masa depan.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin