Logo
Home Berita

SRT 7 Probolinggo Terapkan Pendidikan Terpadu Berbasis Asrama untuk Siswa Prasejahtera

Oleh Redaksi 16 Apr 2026
SRT 7 Probolinggo Terapkan Pendidikan Terpadu Berbasis Asrama untuk Siswa Prasejahtera
SRT 7 Probolinggo Terapkan Pendidikan Terpadu Berbasis Asrama untuk Siswa Prasejahtera — infopublik.id
SRT 7 Kota Probolinggo menerapkan model pendidikan terpadu kelas dan asrama untuk meningkatkan literasi digital dan karakter siswa prasejahtera.

Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 Kota Probolinggo, Jawa Timur, terus menguatkan model pendidikan terpadu berbasis asrama bagi siswa dari keluarga prasejahtera. Program yang dipaparkan pada Kamis (16/4/2026) ini secara inovatif menggabungkan literasi digital, pembinaan karakter, dan pendampingan intensif untuk mengatasi keterbatasan dasar para peserta didik.

Kepala SRT 7 Kota Probolinggo, Susilowati, menjelaskan bahwa pendekatan ini dirancang adaptif terhadap beragam latar belakang siswa. Beberapa siswa yang baru masuk kerap menghadapi kendala kemampuan dasar, seperti belum lancar membaca, menulis, hingga kesulitan memahami instruksi. Menghadapi tantangan itu, pihak sekolah menggandeng Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) serta mengoptimalkan peran guru dalam pendampingan individual.

Pendekatan individual yang diterapkan dinilai membuahkan hasil positif dalam waktu relatif singkat. Siswa perlahan mulai mampu membaca, menulis, dan beradaptasi dengan baik di lingkungan belajar sekolah.

Literasi Digital dan Aturan Gawai

Dalam hal literasi digital, sekolah memfasilitasi setiap siswa dengan laptop untuk mendukung pembelajaran di kelas maupun asrama. Penggunaannya diawasi secara ketat oleh wali asuh, termasuk mengecek riwayat penggunaan agar tetap produktif dan selaras dengan kebutuhan belajar.

Seiring dengan hal tersebut, penggunaan telepon genggam dihentikan sejak awal 2026 demi mengoptimalkan laptop sebagai perangkat utama. Sebelumnya, sekolah hanya menerapkan pembatasan waktu penggunaan gawai untuk sekadar menjaga keseimbangan aktivitas para siswa.

Pembinaan Karakter di Asrama

Sebagai wujud nyata pendidikan karakter, SRT 7 menerapkan sistem asrama dengan jadwal harian yang terstruktur. Para siswa bangun sejak dini hari pukul 04.30 untuk salat subuh berjamaah, dilanjutkan kegiatan keagamaan, olahraga, dan persiapan sekolah.

Memasuki waktu siang hingga sore hari, kegiatan berfokus pada pembelajaran formal di kelas. Sementara itu, waktu malam difokuskan untuk kegiatan belajar bersama dan penguatan karakter di dalam lingkungan asrama.

Di luar jam akademik, siswa juga difasilitasi berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga, seni, dan keterampilan lainnya. Interaksi dengan keluarga tetap difasilitasi melalui kunjungan rutin setiap akhir pekan demi menjaga keseimbangan emosional anak.

Legalitas dan Pencegahan Putus Sekolah

Secara kelembagaan, SRT 7 kini didukung oleh 18 tenaga pendidik yang mengajar lintas jenjang SMP dan SMA. Sekolah ini telah resmi memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan tengah bersiap untuk mengikuti proses akreditasi.

Terkait legalitas kelulusan, Susilowati menegaskan bahwa ijazah lulusan SRT 7 diakui dan setara dengan sekolah umum lainnya. Ijazah tersebut dipastikan sah dan dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Probolinggo, Madihah, menyebut tantangan terbesar adalah mencegah siswa putus sekolah di tengah jalan. Sebagai antisipasi, sekolah menerapkan pendekatan fleksibel melalui sistem multi-entry dan multi-exit yang diiringi pendampingan intensif agar siswa tetap bertahan dan berkembang secara optimal.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin