Pemkot Probolinggo Bangun Ekosistem Digital Aman di Sekolah Rakyat
Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo memastikan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 7 memiliki ekosistem digital yang kuat, aman, dan terkendali. Hal ini ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Probolinggo, Lucia Aries Yuliyanti, saat menerima kunjungan jurnalistik di SRT 7, Jawa Timur, pada Kamis (16/4/2026).
Lucia menjelaskan bahwa sejak awal sekolah ini memang dirancang berbasis digital untuk mendukung transformasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu, infrastruktur dan konektivitas internet dipastikan menjadi prioritas utama pembangunan.
Saat ini, seluruh area sekolah telah terlayani jaringan internet secara menyeluruh tanpa titik blank spot. Akses tersebut juga dapat diperluas untuk kegiatan belajar di luar ruangan melalui penyediaan titik akses (access point) tambahan.
Fasilitas Perangkat dan Keamanan Data
Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, pemerintah menyediakan sekitar 100 unit laptop dengan sistem keamanan berbasis akun resmi. Setiap perangkat dilengkapi email institusi yang terverifikasi untuk memastikan keamanan data siswa dan efektivitas pembelajaran.
Selain sarana perangkat keras, akses terhadap sumber belajar juga diperkuat melalui kehadiran perpustakaan digital daerah. Fasilitas daring ini terintegrasi secara langsung guna melengkapi fungsi perpustakaan konvensional yang ada di sekolah.
Pengendalian Waktu Layar Siswa Asrama
Dalam penerapannya, Pemkot Probolinggo menekankan pentingnya pengendalian penggunaan perangkat digital, khususnya bagi para siswa yang tinggal di asrama. Aturan pembatasan waktu layar (screen time) diberlakukan secara ketat demi menjaga keseimbangan antara rutinitas belajar, ibadah, dan istirahat.
Siswa hanya diperkenankan menggunakan gawai pada rentang waktu tertentu, seperti setelah salat Isya, dan pemakaiannya kini lebih difokuskan pada laptop. Pendekatan ini ditujukan untuk membangun kedisiplinan digital agar teknologi dimanfaatkan secara produktif dan tidak berlebihan.
Dengan dukungan infrastruktur dan tata kelola yang terintegrasi, Pemkot Probolinggo optimistis SRT 7 dapat menjadi model sekolah digital yang inklusif dan berkelanjutan. Ekosistem ini diharapkan mampu mencetak generasi yang melek teknologi, disiplin, dan memiliki daya saing di era digital.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id