Menkeu Purbaya: Konsumsi Rumah Tangga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I 2026
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 yang menembus angka 5,61 persen didorong oleh kuatnya konsumsi rumah tangga. Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya melalui salah satu saluran televisi nasional di Jakarta pada Kamis, 14 Mei 2026, untuk meluruskan pandangan publik yang keliru terkait penggerak utama data pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi berasal dari konsumsi rumah tangga yang mencapai 2,94 persen. "Jadi salah besar kalau yang men-drive adalah pemerintah. Yang men-drive adalah belanja rumah tangga, artinya daya beli masyarakat kuat dan tumbuh signifikan," ujar Purbaya.
Ia memaparkan bahwa masyarakat harus memperhatikan pangsa masing-masing komponen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Dari perhitungan tersebut terlihat jelas bahwa kontribusi investasi menyumbang sebesar 1,79 persen, sementara kontribusi belanja pemerintah berada di angka 1,26 persen.
Strategi Percepatan Belanja Negara
Tingginya pertumbuhan belanja pemerintah pada kuartal pertama merupakan hasil dari strategi percepatan penyerapan anggaran negara. Langkah ini sengaja diambil agar perputaran ekonomi masyarakat dapat dirasakan lebih merata sepanjang tahun.
Menurut Purbaya, pola masa lalu yang memusatkan belanja pada akhir tahun kerap membuat dampak perputaran ekonomi menjadi kurang optimal. Sebagai wujud perbaikan, realisasi belanja kementerian atau lembaga dipercepat sejak awal tahun dan nilainya kini telah menembus angka Rp815 triliun.
Selain percepatan belanja, pemerintah terus menjalankan kombinasi stimulus fiskal dan moneter guna menjaga momentum pertumbuhan serta memperkuat daya beli. "Perbaikan ekonomi selama dua tahun terakhir merupakan hasil desain kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan pemerintah hanya menjalankan strategi tersebut," pungkas Purbaya.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id