Indonesia Perkuat Komitmen Konservasi Keanekaragaman Hayati di Forum PBB
Pemerintah Republik Indonesia (RI) menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan keanekaragaman hayati dan pengelolaan kawasan konservasi berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan secara resmi pada Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, pada Senin (11/5/2026) waktu setempat.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mewujudkan langkah strategis ini melalui pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif. Satgas tersebut difokuskan untuk membiayai Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik sebagai bagian dari penguatan tata kelola konservasi nasional.
Pemerintah menilai pengelolaan taman nasional ke depan harus ditopang oleh sistem pembiayaan yang berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar fungsi ekologis tetap terjaga sekaligus mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan.
Prioritas Ekologi dan Kolaborasi Global
Menhut membawa pesan utama bertajuk 'Ecological Before Tourism' dalam forum internasional tersebut. Fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas ditegaskan harus didahulukan sebelum berbicara mengenai pengembangan sektor pariwisata.
Menurut Raja Juli Antoni, ekowisata harus menjadi alat untuk memperkuat konservasi jangka panjang, bukan justru sebaliknya. Melalui satgas yang dibentuk, pemerintah kini mengembangkan berbagai skema pendanaan inovatif, termasuk optimalisasi nilai ekonomi karbon.
Pemerintah RI juga membuka peluang kolaborasi internasional dengan lembaga donor, komunitas global, hingga sektor swasta. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan taman nasional berstandar dunia dan pelindungan spesies ikonik yang terancam punah.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya nyata Indonesia dalam memperkuat kontribusi pada aksi iklim global. Selain itu, inisiatif ini dirancang demi memastikan kekayaan hutan dan keanekaragaman hayati terjaga sebagai aset strategis dunia.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id