Logo
Home Berita

Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Ekonomi Sirkular Kelola Limbah Elektronik

Oleh Redaksi 13 May 2026
Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Ekonomi Sirkular Kelola Limbah Elektronik
Indonesia dan Jepang Perkuat Kerja Sama Ekonomi Sirkular Kelola Limbah Elektronik — infopublik.id
Pemerintah Indonesia dan Jepang memperkuat kemitraan strategis dalam pengelolaan limbah elektronik dan sampah plastik melalui ekonomi sirkular.

Pemerintah Republik Indonesia dan Jepang resmi memperkuat kemitraan strategis di bidang lingkungan hidup pada ajang 2nd Indonesia–Japan Environment Week di Jakarta, Selasa (12/5/2026). Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan ekonomi sirkular sebagai solusi utama pengelolaan sampah plastik dan limbah elektronik atau e-waste.

Direktur Pengurangan Sampah dan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Agus Rusly, menyebutkan bahwa peningkatan urbanisasi dan konsumsi memicu lonjakan e-waste setiap tahun. Menurutnya, limbah elektronik memiliki potensi ekonomi tinggi karena mengandung logam bernilai yang bisa didaur ulang secara berkelanjutan.

E-waste dan sampah plastik pada dasarnya mencerminkan masalah yang sama, yaitu kegagalan sistem linear dalam mengelola sumber daya. Karena itu, transisi menuju ekonomi sirkular menjadi suatu keharusan,” ujar Agus. Pendekatan sirkular tersebut diyakini mampu menjaga nilai material tetap berada dalam siklus ekonomi selama mungkin.

Regulasi dan Kebijakan Berkelanjutan

Dalam skala nasional, pemerintah terus memperkuat aturan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik dan Peraturan Menteri LHK Nomor 9 Tahun 2024. KLH/BPLH juga secara aktif mendorong implementasi kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) di sektor industri.

Kebijakan EPR menuntut produsen untuk bertanggung jawab atas produknya hingga akhir siklus hidup, termasuk dalam proses pengumpulan dan daur ulang. "EPR akan memperkuat ekosistem ekonomi sirkular yang inklusif, melibatkan pemerintah, industri, sektor informal, dan masyarakat secara bersama-sama," jelas Agus.

Dukungan Teknologi dan Kolaborasi Regional

Selain limbah elektronik, polusi sampah plastik di laut juga menjadi sorotan penting mengingat Indonesia adalah negara kepulauan. Ketua Dewan International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), Takemoto Kazuhiko, menegaskan bahwa penanganan isu ini membutuhkan dukungan infrastruktur dan keterlibatan riil dari sektor bisnis.

Di ranah regional, Indonesia turut menyambut baik kolaborasi riset antara BRIN dan ERIA guna menangani sampah plastik di kawasan ASEAN berbasis data empiris. Jepang sendiri dinilai sebagai mitra strategis dalam menghadirkan take-back system dan inovasi teknologi daur ulang modern guna mempercepat transisi ekonomi sirkular di Indonesia.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:

Komentar Facebook

Link berhasil disalin