Logo
Home Berita

Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus di Indonesia

Oleh Redaksi 13 May 2026
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus di Indonesia
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus di Indonesia — infopublik.id
Kementerian Kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus di Indonesia dan mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan pola hidup bersih.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi langkah peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran Hantavirus di Indonesia pada Selasa (12/5/2026). Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, Andi Saguni, menyatakan bahwa pemerintah memperkuat sistem surveilans nasional untuk melindungi masyarakat. Upaya ini dilakukan sebagai respons antisipatif meskipun hingga kini belum ditemukan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di dalam negeri.

Berdasarkan catatan Kemenkes, kasus yang terdeteksi sejauh ini merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul Virus. Sepanjang tahun 2024 hingga Mei 2026, tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS. Kasus tersebut tersebar di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatra Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Tren konfirmasi kasus turut menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2024 hanya ditemukan satu kasus, kemudian naik menjadi 17 kasus pada 2025, dan bertambah lima kasus hingga pertengahan 2026. Andi menjelaskan bahwa peningkatan angka laporan ini salah satunya didorong oleh semakin baiknya kapasitas deteksi dini dan kesiapan laboratorium di Indonesia.

Potensi Penularan dan Penanganan Kontak Erat

Hantavirus diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk lewat paparan urin, air liur, maupun kotorannya. Risiko penularan meningkat pada aktivitas di lingkungan berpopulasi tikus tinggi, area banjir, gudang tertutup, hingga kegiatan luar ruang seperti berkemah. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak panik namun tetap waspada terhadap seluruh faktor risiko tersebut.

Selain pemantauan domestik, Kemenkes juga merespons notifikasi internasional terkait satu kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius di Indonesia. Kontak erat tersebut telah menjalani penyelidikan epidemiologi dan pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso. Hasil uji laboratorium dipastikan negatif dari Hantavirus tipe HPS maupun HFRS.

Pengawasan Ketat dan Imbauan PHBS

Sebagai langkah antisipasi lanjutan, pemerintah memperketat pengawasan di pintu masuk negara melalui pemindai suhu tubuh, pengamatan visual, dan sistem surveilans pelaku perjalanan. Jejaring laboratorium berkemampuan PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS), serta 198 rumah sakit jejaring penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia juga disiagakan secara penuh.

Kemenkes mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, menyimpan makanan di tempat tertutup, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala seperti demam atau sesak napas. Masyarakat diharapkan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), termasuk rutin mencuci tangan pakai sabun, sebagai langkah utama pencegahan Hantavirus.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:

Komentar Facebook

Link berhasil disalin