Mensos Gus Ipul Lapor Progres Bansos dan Sekolah Rakyat ke Prabowo
Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul melaporkan perkembangan program strategis Kementerian Sosial kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa sore (12/5). Laporan tersebut berfokus pada pemutakhiran data, penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran, dan pelaksanaan Sekolah Rakyat.
Gus Ipul menjelaskan bahwa dirinya memaparkan tiga program utama yang tengah dijalankan oleh kementeriannya. Setelah menyampaikan laporan progres tersebut, ia juga meminta arahan lebih lanjut dari Kepala Negara untuk pelaksanaan ke depan.
Fokus pada Program Sekolah Rakyat
Terkait Sekolah Rakyat, Mensos menyampaikan persiapan penyelenggaraan program pendidikan tersebut untuk tahun ajaran 2026-2027. Kegiatan belajar mengajar dalam program ini dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juli mendatang.
Pada tahun ini, alokasi penerima manfaat Sekolah Rakyat ditargetkan bertambah hingga mencapai 32.000 orang siswa. Jika digabung dengan data tahun sebelumnya yang berjumlah lebih dari 15.000 orang, total siswa yang difasilitasi kini mencapai sekitar 46.000 orang.
Bansos untuk Pemberdayaan Masyarakat
Mengenai program bansos, Gus Ipul menegaskan agar perlindungan sosial ini tidak membuat masyarakat kehilangan motivasi untuk mandiri. Sebaliknya, bantuan tersebut dirancang agar mampu mendorong warga untuk lebih bersemangat mengikuti program pemerintah lainnya.
Pemerintah menargetkan masyarakat usia produktif untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai program pemberdayaan demi mendukung upaya pengentasan kemiskinan nasional. Poin pemberdayaan ini menjadi salah satu materi utama yang ditekankan Mensos dalam pertemuan tersebut.
Selain memanggil Gus Ipul, Presiden Prabowo juga menjadwalkan pertemuan dengan sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih lainnya pada Selasa sore. Beberapa menteri yang hadir antara lain Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri PU Dody Hanggodo, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Kepala BIN M Herindra.
Disarikan dari Berbagai Sumber