Logo
Home Berita

Gaskeun Camp Yogyakarta: Kemkomdigi Bekali Gen Z Strategi Konten Edukasi Energi

Oleh Redaksi 12 May 2026
Gaskeun Camp Yogyakarta: Kemkomdigi Bekali Gen Z Strategi Konten Edukasi Energi
Gaskeun Camp Yogyakarta: Kemkomdigi Bekali Gen Z Strategi Konten Edukasi Energi — infopublik.id
Kemkomdigi gelar Gaskeun Camp di Yogyakarta pada Selasa (12/5/2026) untuk bekali Gen Z strategi konten kreatif demi tingkatkan literasi kemandirian energi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Ditjen KPM) menyelenggarakan acara Gaskeun Camp di Kota Yogyakarta pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan bertema "Gen Z Mandiri Energi: Jurus Jitu Berdaulat di Era Digital" ini bertujuan membekali mahasiswa dan generasi muda dengan strategi konten kreatif untuk mengkampanyekan literasi energi.

Akademisi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sekaligus pembuat konten, Muhammad Najih, membagikan empat formula utama dalam menciptakan konten digital yang memikat. Keempat unsur tersebut meliputi aspek menghibur yang mengundang tawa, relevansi atau keterwakilan, kritik sosial, dan nilai edukasi yang mencerahkan.

Menurut Najih, setiap platform media sosial memiliki keunggulan karakteristik masing-masing. Ia mencontohkan TikTok yang dinilai efektif mengubah algoritma karena keberadaan video pendek, Instagram dengan kekuatan visual, serta Facebook yang unggul dalam basis komunitas usia matang.

Senada dengan hal itu, Duta Lingkungan sekaligus pemengaruh (influencer), Antonia Eliana Listya Araminta, menegaskan pentingnya kualitas dan nilai edukatif dalam sebuah konten digital. Ia mengimbau para kreator konten agar tidak ragu dalam membagikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat luas.

Memicu Perubahan Perilaku Nyata

"Jangan takut dibilang sok pintar oleh orang lain saat membuat konten," tegas Antonia kepada para peserta Gaskeun Camp. Ia mengingatkan pentingnya tiga faktor krusial dalam setiap unggahan, yaitu see (lihat), care (peduli), dan act (aksi).

Penerapan ketiga faktor tersebut bertujuan untuk memastikan pesan yang disampaikan mampu memicu perubahan perilaku yang nyata di masyarakat. Antonia menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam mengkampanyekan isu lingkungan dan kemandirian energi melalui media sosial.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:

Komentar Facebook

Link berhasil disalin