Cak Imin Lapor Program Pengentasan Kemiskinan dan UMKM ke Presiden Prabowo
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menghadap Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa. Pertemuan ini bertujuan melaporkan sejumlah program kerja strategis, mulai dari upaya pengentasan kemiskinan hingga proses penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Hari ini saya akan melaporkan semua tanggung jawab pekerjaan saya, mulai dari mengatasi kemiskinan, program pemberdayaan, hingga target penciptaan lapangan kerja," ujar pria yang akrab disapa Cak Imin tersebut saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan produktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu fokus utama laporannya. Pemerintah terus mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat guna membantu pelaku UMKM memperoleh pasar yang lebih bergairah.
Pemberdayaan UMKM dan Akses Permodalan
Sebagai langkah konkret, pemerintah mendorong program 1.001 titik pasar rakyat untuk mendongkrak ekonomi akar rumput. Selain itu, pemerintah turut menyalurkan subsidi pelatihan serta memperluas akses permodalan bagi para pelaku usaha kecil.
Cak Imin memastikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus meningkat dan akan semakin dioptimalkan ke depannya. "Besok pagi, sebanyak 1.000 UMKM di Bali akan menerima penyaluran KUR," ungkapnya.
Pemerintah juga tengah menyiapkan program bertajuk "10 Juta Bekerja dan 10 Juta Naik Kelas". Program ini dirancang khusus untuk memperkuat pertumbuhan UMKM sekaligus mendorong lahirnya kelas menengah yang lebih tangguh.
Penanganan Kemiskinan dan Penyerapan Tenaga Kerja
Terkait pengentasan kemiskinan, pemerintah mengambil langkah tegas terhadap persoalan judi daring di kalangan penerima bantuan. Cak Imin menegaskan bahwa penerima bantuan sosial (bansos) yang terbukti menggunakan dananya untuk bermain judi daring akan langsung otomatis dicoret dari daftar penerima.
Lebih lanjut, ia juga melaporkan perkembangan program SMK Go Global kepada Presiden Prabowo. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di pasar kerja luar negeri.
Prioritas utama program SMK Go Global akan diberikan kepada lulusan dari kelompok desil satu atau daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui jalur pendidikan vokasi.
Disarikan dari Berbagai Sumber