Logo
Home Berita

BGN dan Pemkab Kubu Raya Jadikan KDMP Pemasok Utama Dapur MBG

Oleh Redaksi 12 May 2026
BGN dan Pemkab Kubu Raya Jadikan KDMP Pemasok Utama Dapur MBG
BGN dan Pemkab Kubu Raya Jadikan KDMP Pemasok Utama Dapur MBG — infopublik.id
BGN bersinergi dengan Pemkab Kubu Raya menetapkan KDMP sebagai pemasok utama dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi ketahanan pangan dan ekonomi.

Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya untuk menjadikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai pemasok utama dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kesepakatan strategis ini dibahas dalam audiensi antara BGN dan jajaran Pemkab setempat di Ruang Kerja Bupati Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Senin (11/5/2026). Langkah kolaboratif tersebut diambil guna menjamin standar keamanan pangan sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Tenaga Ahli Strategi Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat BGN RI, Agustinus Hari, mengapresiasi dukungan dan masukan konstruktif dari Pemkab Kubu Raya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara KDMP, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelaku UMKM, dan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

BGN berkomitmen untuk memastikan pelaksanaan program MBG memiliki rantai pasok yang baik serta terbebas dari segala potensi keracunan makanan. "Besok juga akan diberikan pemahaman terkait tata cara memasak yang baik, pemilihan suplai pangan, dan standar yang harus dipenuhi dapur SPPG," ujar Agustinus setelah kegiatan audiensi.

Peluang Ekonomi bagi UMKM dan Petani

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan komitmen penuh pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional yang digagas Presiden tersebut. Ia menilai program MBG tidak sekadar memenuhi kebutuhan gizi anak-anak secara merata.

Lebih dari itu, inisiatif ini membuka peluang besar bagi penguatan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan petani, nelayan, peternak, UMKM, hingga koperasi desa. Ke depan, kebutuhan pangan dapur MBG diproyeksikan langsung dipasok oleh KDMP yang terintegrasi dengan produsen lokal.

Sujiwo menyebut sinergi ini sebagai bentuk simbiosis mutualisme yang menguntungkan semua pihak. "KDMP hidup, petani dan UMKM mendapatkan pasar yang jelas, sementara program MBG juga berjalan baik," katanya.

Optimalisasi Rantai Pasok dan Target Dapur

Sekretaris Daerah (Sekda) Kubu Raya sekaligus Kepala Satgas MBG, Yusran Anizam, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 73 dapur MBG yang telah beroperasi mandiri. Sementara itu, delapan dapur lainnya tengah menjalani perbaikan standar operasional sebelum kembali difungsikan.

Pemkab Kubu Raya telah menyusun ekosistem pasokan berbasis KDMP agar rantai distribusi lebih singkat sehingga harga bahan pokok tetap stabil dan terkendali. "Kalau rantai pasok terlalu panjang, harga akan meningkat dan kualitas makanan bisa terdampak," ujar Yusran menjelaskan urgensi peran pasokan lokal.

Yusran memastikan seluruh desa di Kabupaten Kubu Raya kini telah memiliki KDMP dengan legalitas resmi yang siap mendukung kebutuhan suplai bahan pokok dapur MBG. Secara keseluruhan, pemerintah daerah menargetkan fasilitas pemenuhan gizi ini dapat berkembang hingga mencapai 140 unit dapur di masa mendatang.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin