Logo
Home Berita

Kemdiktisaintek Perkuat Riset dan Talenta Demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Oleh Redaksi 08 May 2026
Kemdiktisaintek Perkuat Riset dan Talenta Demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Kemdiktisaintek Perkuat Riset dan Talenta Demi Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen — infopublik.id
Kemdiktisaintek memperkuat riset dan talenta guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen serta mencegah middle income trap.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama pemerintah terus memperkuat riset dan talenta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen pada 2029. Komitmen ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 yang digelar di Jakarta pada Kamis (7/5/2026). Langkah tersebut menjadi strategi penting agar Indonesia mampu keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyatakan bahwa Indonesia membutuhkan lompatan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hal ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing demi mencapai status negara maju. Merespons hal tersebut, Kemdiktisaintek menyatakan dukungan penuh melalui penciptaan ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan.

Kemdiktisaintek menyadari transformasi ekonomi nasional tidak dapat dipisahkan dari peran sentral perguruan tinggi. Institusi pendidikan dituntut untuk terus menghasilkan sumber daya manusia unggul dan inovasi teknologi terkini. Selain itu, riset terapan juga dinilai harus mampu memberikan nilai tambah secara langsung bagi industri nasional.

Hilirisasi Riset dan Kolaborasi Strategis

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco, mendorong perguruan tinggi agar menjadi pusat pengembangan talenta sekaligus motor penggerak hilirisasi riset. "Hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan menjadi solusi konkret di sektor strategis nasional," ujarnya. Riset terapan dinilai sebagai instrumen penting untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan.

Sejalan dengan proyeksi ekonomi yang dipatok meningkat menjadi 7,7 persen pada 2028, Kemdiktisaintek terus memperkuat kolaborasi di berbagai lini. Sinergi difokuskan antara pihak kampus, dunia usaha, industri, dan pemerintah daerah. Tujuannya adalah memastikan inovasi akademik benar-benar terserap dan bermanfaat bagi pasar.

Penguatan riset akan diarahkan pada sektor strategis seperti pangan, energi, kesehatan, teknologi digital, dan industri sumber daya alam. Pembangunan pusat riset dan pendidikan vokasi di luar Pulau Jawa, terutama di kawasan timur Indonesia, juga diprioritaskan guna menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin