Logo
Home Berita

PPI Curug Perkuat Profesionalitas Pilot Helikopter Cegah Risiko CFIT

Oleh Redaksi 08 May 2026
PPI Curug Perkuat Profesionalitas Pilot Helikopter Cegah Risiko CFIT
PPI Curug Perkuat Profesionalitas Pilot Helikopter Cegah Risiko CFIT — infopublik.id
PPI Curug menggelar FGD pada Jumat (8/5/2026) guna meningkatkan profesionalitas pilot helikopter serta mencegah risiko kecelakaan udara tipe CFIT di Indone

Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug mendorong penguatan profesionalitas pilot helikopter guna mencegah risiko Controlled Flight Into Terrain (CFIT). Upaya penguatan keselamatan penerbangan ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) di kampus PPI Curug, Tangerang, Banten, pada Jumat (8 Mei 2026).

Direktur PPI Curug, Megi H. Helmiadi, menyatakan bahwa peningkatan tren kejadian helikopter dalam empat tahun terakhir harus menjadi perhatian serius. Keselamatan operasi penerbangan dinilai membutuhkan penguatan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

"Keselamatan pengoperasian helikopter merupakan hal yang sangat krusial, khususnya terkait risiko CFIT," ujar Capt. Megi. Ia menjelaskan bahwa helikopter kini memegang peran strategis dalam layanan penting seperti evakuasi medis, pencarian dan pertolongan (SAR), penanganan bencana, hingga pariwisata.

Tantangan Operasional Penerbangan

PPI Curug menilai pengoperasian helikopter memiliki tantangan yang jauh berbeda dibandingkan pesawat fixed-wing. Helikopter sering dioperasikan pada ketinggian rendah, area pegunungan dengan medan terbatas, hingga dalam kondisi cuaca yang cepat berubah.

FGD ini diselenggarakan untuk memberikan ruang diskusi akademik bersama kalangan regulator, asosiasi profesi, operator, dan institusi pendidikan penerbangan. Kegiatan yang digelar secara hibrida tersebut sukses merumuskan rekomendasi mengenai peningkatan kualitas pelatihan penerbangan helikopter.

Para ahli sepakat bahwa keselamatan operasi helikopter sangat dipengaruhi oleh tingkat kompetensi dan kedisiplinan seorang pilot. Kewaspadaan situasional serta kemampuan pengambilan keputusan di tengah kondisi operasional yang kompleks menjadi penentu utama pencegahan kecelakaan.

Penyempurnaan Standar Pelatihan CBTA

Sebagai tindak lanjut, rekomendasi FGD akan dijadikan referensi dalam pembahasan bersama pihak regulator penerbangan nasional. Fokus utamanya adalah penyusunan dan penyempurnaan standar Competency Based Training and Assessment (CBTA) untuk mitigasi risiko CFIT.

Capt. Megi berharap rumusan tersebut dapat berkembang menjadi kajian ilmiah dan riset terapan bagi dosen, instruktur, maupun taruna penerbangan. Pendekatan ini diharapkan mampu melahirkan sistem pelatihan operasional yang adaptif terhadap dinamika penerbangan modern.

Peningkatan kualitas pelatihan dan budaya keselamatan ini diyakini sejalan dengan Asta Cita yang diusung oleh pemerintah. Langkah ini menjadi wujud nyata penguatan kualitas sumber daya manusia transportasi demi mewujudkan konektivitas nasional yang aman.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin