Pembangunan Sekolah Rakyat Dharmasraya Dikebut, Pemprov Sumbar Siapkan 7 Lokasi Baru
Pemerintah terus mempercepat pembangunan fasilitas pendidikan terpadu Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat. Upaya peninjauan yang dilakukan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pada Jumat (8/5/2026) ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan dan mengentaskan kemiskinan ekstrem. Pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan rampung agar dapat digunakan secara optimal pada tahun ajaran baru Juli 2026.
Saat melakukan peninjauan, Menteri Dody didampingi oleh Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda, Wakil Gubernur Sumatra Barat Vasko Ruseimy, serta Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani. Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, Menteri Dody menyebutkan bahwa progres pembangunan proyek pendidikan tersebut telah mencapai sekitar sembilan persen.
"Jadi mudah-mudahan sampai 20 Juni selesai. Saya sudah sampaikan agar rumput untuk lapangan bola segera disemai karena memakan waktu cukup lama dan tidak bisa mendadak," ujar Dody. Ia juga menambahkan bahwa secara keseluruhan proses pembangunan di lapangan berjalan dengan sangat baik.
Target Progres Pembangunan Harian
Pembangunan Sekolah Rakyat di Dharmasraya terus dipacu dengan target kemajuan harian minimal sebesar dua persen agar selesai tepat waktu. Jika target harian tidak tercapai akibat kendala cuaca atau faktor lain, pihak pelaksana diminta segera mengejar ketertinggalan pada hari berikutnya. "Jadi, kalau hari ini ketinggalan setengah persen, berarti besoknya mesti 2,5 persen," tegas Menteri Dody.
Percepatan ini dilakukan agar para siswa yang saat ini masih menempati fasilitas sekolah rintisan dapat segera pindah ke gedung baru. Sekolah Rakyat ini dirancang secara khusus sebagai fasilitas pendidikan terpadu mulai dari jenjang SD, SMP, hingga tingkat SMA.
Berbagai sarana penunjang akan melengkapi sekolah ini, meliputi asrama, ruang makan, tempat ibadah, serta fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola dan atletik. Seluruh kebutuhan kelengkapan pendidikan siswa, termasuk seragam dan buku, juga akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Langkah Menghapus Kemiskinan Ekstrem
Menteri Dody menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari gagasan mulia Presiden Prabowo Subianto. Program prioritas ini dirancang untuk mempercepat penghapusan angka kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui penguatan pada sektor pendidikan.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Sumatra Barat Vasko Ruseimy menyatakan dukungan penuh dari pemerintah provinsi terhadap inisiatif strategis tersebut. Pihaknya bahkan menargetkan pembangunan tambahan sebanyak tujuh Sekolah Rakyat di wilayah Sumatra Barat pada tahun depan.
"Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menargetkan pembangunan tambahan tujuh Sekolah Rakyat pada tahun depan dengan luas kawasan rata-rata delapan sampai 10 hektare," jelas Vasko. Kehadiran sekolah ini diharapkan menjadi solusi cerdas dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mencetak generasi unggul untuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id