Gunung Dukono Erupsi, Warga Diimbau Waspada Sebaran Abu Vulkanik
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mengimbau masyarakat mewaspadai abu vulkanik akibat erupsi Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, pada Jumat (8/5) pukul 07.41 WIT. Erupsi gunung berstatus Level II (Waspada) ini berpotensi mengganggu kesehatan, kebersihan lingkungan, serta aktivitas warga setempat.
Plt. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa aktivitas magmatik eksplosif gunung tersebut kembali meningkat tajam. Tercatat terjadi 199 kali erupsi dengan tinggi kolom abu berkisar antara 50 hingga 400 meter dari puncak.
"Erupsi terbaru terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dan durasi 967,56 detik. Erupsi tersebut juga disertai suara dentuman," ujar Lana.
Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu, hingga hitam dengan intensitas tebal mencapai ketinggian sekitar 10.000 meter di atas puncak. Arah sebaran abu terpantau condong ke utara, yang berpotensi melanda permukiman dan wilayah Kota Tobelo.
Dampak dan Imbauan Keselamatan
Mengingat sebaran abu dipengaruhi kecepatan angin, masyarakat diimbau selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah ini penting untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan.
Selain itu, warga, wisatawan, maupun pendaki dilarang beraktivitas dalam radius empat kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Kawasan kawah tersebut saat ini menjadi pusat dari aktivitas vulkanik Gunung Dukono.
Potensi Bahaya Sekunder
PVMBG juga mengingatkan adanya potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar. Risiko ini dinilai semakin meningkat saat kawasan tersebut memasuki musim penghujan.
Aliran lahar berpotensi melintasi sejumlah sungai yang berhulu di puncak Gunung Dukono. Kawasan yang patut diwaspadai meliputi Sungai Mamuya di sektor utara, serta Sungai Mede dan Sungai Tauni di sektor timur laut.
Pihak Badan Geologi akan terus memantau dan mengevaluasi aktivitas Gunung Dukono secara berkala. Masyarakat dapat mengakses informasi terkini melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau laman resmi PVMBG.
Disarikan dari sumber resmi www.esdm.go.id