Pemkot Probolinggo Gelar Program Sahabat ATS untuk Berantas Angka Anak Tidak Sekolah
Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo kembali menggelar program Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu untuk Anak Tidak Sekolah (Sahabat ATS) di Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Jawa Timur, pada Kamis (7/5/2026). Program ini bertujuan untuk mengembalikan anak tidak sekolah (ATS) agar kembali memperoleh layanan pendidikan formal maupun nonformal.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo, Siti Romlah, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud implementasi kebijakan wajib belajar 13 tahun. Langkah strategis tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah secara signifikan.
Peningkatan IPM itu didorong melalui naiknya angka partisipasi sekolah (APS), rata-rata lama sekolah (RLS), dan harapan lama sekolah (HLS). Oleh karena itu, pengentasan ATS menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah saat ini.
Komitmen Kelurahan Pilang Tekan ATS
Lurah Pilang, Iwan Cahyono, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan nol ATS di wilayahnya melalui berbagai verifikasi data lapangan. Awalnya tercatat ada 30 anak usia SMP yang tidak bersekolah, namun sebagian telah kembali ke sekolah setelah divalidasi bersama ketua RT dan RW setempat.
Untuk terus menekan angka putus sekolah, pihak kelurahan gencar melakukan inovasi seperti sosialisasi tatap muka dan kunjungan langsung ke rumah warga. Selain itu, Kelurahan Pilang bersama Tim Penggerak PKK meluncurkan program edukasi Poling Baca atau Pojok Keliling Membaca.
Pendidikan sebagai Hak Dasar dan Investasi
Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, mengingatkan bahwa persoalan anak tidak sekolah adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Anak yang putus sekolah dinilai berisiko tertinggal dan kehilangan potensinya di masa depan.
Menurut Ina, pendidikan adalah hak dasar sekaligus investasi masa depan bagi keberlanjutan pembangunan Kota Probolinggo. Melalui program Sahabat ATS, masyarakat turut diedukasi mengenai pentingnya layanan pendidikan, termasuk pemanfaatan jalur kesetaraan atau kejar paket.
Ia turut menekankan pentingnya sinkronisasi data yang akurat dari tingkat rukun tetangga hingga kecamatan untuk mengetahui akar penyebab anak putus sekolah. Pendataan yang valid sangat krusial agar penanganan dan pengentasan ATS berjalan tepat sasaran.
Pengentasan ATS bukan sekadar tugas satuan pendidikan, melainkan membutuhkan keterlibatan lintas sektor dari pendataan hingga pengawasan. Ina berharap terbangun kesamaan visi antarpemangku kepentingan demi mewujudkan pendidikan berkualitas di Kota Probolinggo.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id