Logo
Home Berita

Bantuan Irigasi Kementan Sukses Dongkrak Produksi Padi Banyuwangi

Oleh Redaksi 08 May 2026
Bantuan Irigasi Kementan Sukses Dongkrak Produksi Padi Banyuwangi
Bantuan Irigasi Kementan Sukses Dongkrak Produksi Padi Banyuwangi — infopublik.id
Bantuan sumur bor dan irigasi dari Kementan terbukti mendongkrak produksi padi di Banyuwangi. Fasilitas ini mencegah kekeringan dan meningkatkan panen.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menerima bantuan sumur bor dan jaringan irigasi dari Kementerian Pertanian (Kementan) guna meningkatkan produktivitas pertanian. Peresmian fasilitas rumah pompa tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pada Kamis (7/5/2026) di area persawahan Kelompok Tani Keji Beling, Desa Kaotan, Kecamatan Blimbingsari.

Bupati Ipuk menyatakan keberadaan sumur bor ini memberikan kepastian pasokan air bagi petani sepanjang tahun. Langkah ini sekaligus menjadi upaya antisipasi kekeringan menjelang musim kemarau yang segera tiba.

Menurut Ipuk, pasokan air yang stabil berdampak langsung pada peningkatan ekonomi petani di wilayah tersebut. Petani kini dapat meningkatkan intensitas tanam, mempercepat masa tanam, serta secara signifikan mengurangi risiko gagal panen.

Bagian dari Program Optimasi Lahan

Bantuan ini merupakan bagian dari Program Optimasi Lahan (Oplah) Kementan yang bertujuan menata sistem pengairan dan pengelolaan lahan. Distribusi air kini menjadi lebih tertata dan merata, sehingga petani tidak perlu lagi bergantian mendapatkan pasokan.

Pada tahun 2025, Program Oplah di Banyuwangi telah mencakup lahan seluas 1.008 hektare di Kecamatan Rogojampi, Blimbingsari, dan Srono. Program tersebut meliputi pembangunan 29 unit sumur bor, tiga jaringan irigasi tersier sepanjang 300 meter, serta bantuan benih padi.

Dampak Nyata bagi Kesejahteraan Petani

Ketua Kelompok Tani Keji Beling, Isa Ansori, mengakui fasilitas sumur bor sangat membantu petani dalam menjaga ketersediaan air irigasi. Masa tanam dan panen yang sebelumnya hanya dua kali setahun, kini berhasil meningkat menjadi tiga kali setahun.

Selain untuk pengairan sawah, fasilitas sumur bor juga dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi alternatif seperti budi daya ikan dan kolam renang anak. Penghasilan tambahan dari usaha tersebut digunakan untuk biaya operasional listrik pompa dan kebutuhan kelompok tani lainnya.

Sebagai informasi, produksi padi di Banyuwangi terus menunjukkan tren peningkatan yang positif. Pada tahun 2025, produksi padi mencapai 806.771 ton dengan luas tanam 121.319 hektare, meningkat dari tahun 2024 yang tercatat sebesar 794.783 ton.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin