Logo
Home Berita

Kerajinan Getah Nyatu Khas Dayak Siap Tembus Pasar Ekspor ke Selandia Baru

Oleh Redaksi 08 May 2026
Kerajinan Getah Nyatu Khas Dayak Siap Tembus Pasar Ekspor ke Selandia Baru
Kerajinan Getah Nyatu Khas Dayak Siap Tembus Pasar Ekspor ke Selandia Baru — infopublik.id
Kerajinan getah nyatu Dayak dari Palangka Raya bersiap tembus ekspor ke Selandia Baru pada 2026 sebagai penggerak UMKM dan ekonomi kreatif.

Kerajinan getah nyatu khas suku Dayak di Kota Palangka Raya bersiap memasuki pasar internasional melalui rencana ekspor perdana ke Selandia Baru yang disampaikan pada Kamis (7/5/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting bagi pelestarian warisan budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif masyarakat setempat.

Pemilik Rumah Produksi Getah Nyatu Pandji, Surtiati (61), mengatakan bahwa permintaan pasar terhadap kerajinan ini terus meningkat dari waktu ke waktu. Usaha yang berlokasi di Jalan Karandang IV, Palangka Raya tersebut telah ditekuni secara konsisten oleh Surtiati sejak tahun 1997.

Bersama para perajin, ia mengolah getah pohon nyatu menjadi berbagai macam karya seni bernilai tinggi. Beberapa produk andalan yang dihasilkan meliputi miniatur rumah betang, perahu naga, tameng, hingga replika kantong semar.

Karya seni tradisional tersebut saat ini telah dipasarkan secara luas ke berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jakarta, Sulawesi, dan Sumatera Barat. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai dari gantungan kunci seharga Rp35 ribu hingga miniatur Burung Garuda berukuran 200 x 180 sentimeter yang bernilai Rp150 juta.

Mempertahankan Tradisi Melalui Pembuatan Manual

Rencana ekspor ke Selandia Baru pada 2026 mendatang diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi para perajin lokal. "Ekspor ini menjadi harapan baru untuk memperkenalkan budaya Dayak ke dunia internasional sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar global," ujar Surtiati.

Meskipun perkembangan industri modern semakin pesat, proses pembuatan kerajinan getah nyatu ini tetap dilakukan secara manual. Pendekatan tradisional tersebut sengaja dipertahankan guna menjaga kualitas dan nilai seni yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Setiap karya yang dihasilkan tidak sekadar memiliki nilai ekonomi bagi para perajin dan masyarakat sekitar. Kerajinan ini juga merepresentasikan kekayaan budaya, alam, serta identitas otentik dari masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin