Logo
Home Berita

Menlu RI Dorong Percepatan Aksesi TAC ASEAN di Tengah Gejolak Global

Oleh Redaksi 08 May 2026
Menlu RI Dorong Percepatan Aksesi TAC ASEAN di Tengah Gejolak Global
Menlu RI Dorong Percepatan Aksesi TAC ASEAN di Tengah Gejolak Global — infopublik.id
Menlu RI Sugiono mendorong percepatan aksesi TAC dalam Pertemuan Menlu ASEAN 2026 di Filipina untuk memperkuat stabilitas kawasan dan kemitraan global.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono secara resmi mendorong percepatan proses aksesi Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Cebu, Filipina, pada Kamis (7/5/2026). Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas dinamika geopolitik global yang semakin bergejolak guna memperkuat kohesi internal dan dampak eksternal kawasan Asia Tenggara.

Sugiono menegaskan bahwa peningkatan jumlah negara yang mengaksesi TAC adalah bukti nyata pengakuan internasional terhadap ASEAN. Organisasi kawasan ini dinilai sebagai mitra yang stabil dan dapat diandalkan oleh komunitas global.

Menurutnya, perjanjian persahabatan tersebut bukan sekadar dokumen formal, melainkan instrumen vital untuk mempererat kerja sama lintas negara. "Kita juga harus mempercepat prosesnya karena sangat jelas bahwa ASEAN dipercaya oleh mitra eksternal kita," ujar Menlu Sugiono.

Pendekatan Inklusif dan Status Mitra Dialog

Terkait hubungan eksternal, Indonesia menekankan pentingnya pendekatan inklusif untuk mendorong keterlibatan internasional yang lebih konstruktif. Dalam kerangka ASEAN Regional Forum (ARF), Sugiono menyerukan peninjauan kembali yang berwawasan terhadap moratorium mitra dialog.

Secara spesifik, pemerintah Indonesia kembali menegaskan dukungan penuh bagi Turki. Dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan status negara tersebut menjadi mitra dialog penuh ASEAN.

Momentum 50 Tahun TAC dan Persiapan KTT

Hingga saat ini, perjanjian TAC telah ditandatangani oleh 57 negara, termasuk Aljazair dan Uruguay yang resmi bergabung pada 2025 lalu. Momentum tahun 2026 ini menjadi sangat signifikan karena bertepatan dengan peringatan 50 tahun kehadiran TAC yang menandai komitmen perdamaian regional.

Rangkaian pertemuan tingkat menteri di Cebu merupakan bagian dari persiapan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang akan digelar pada Jumat (8/5/2026). Filipina selaku tuan rumah mengusung tema "Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama" dalam perhelatan akbar tersebut, yang juga diiringi dengan Pertemuan ke-31 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC).

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin