Pemanfaatan Minyak Jelantah SPPG Dukung Pengembangan Energi Hijau Nasional
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang pengembangan energi berkelanjutan. Hal ini diwujudkan melalui kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan PT Pertamina (Persero) di Jakarta pada Kamis (7/5). Kesepakatan tersebut berfokus pada pemanfaatan minyak jelantah dari operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa potensi minyak jelantah dari operasional SPPG sangat besar untuk mendukung agenda energi hijau nasional. Setiap bulan, satu unit SPPG diperkirakan menghasilkan 500 hingga 590 liter minyak goreng bekas atau minyak jelantah.
Menurut Dadan, volume limbah tersebut diproyeksikan terus meningkat seiring bertambahnya sebaran SPPG di berbagai daerah di Indonesia. Pemanfaatan sisa operasional ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi transisi energi terbarukan di Tanah Air.
Dorong Penggunaan Energi Alternatif
Selain optimalisasi minyak jelantah, BGN juga mulai mendorong pemakaian energi alternatif di seluruh lingkungan operasional SPPG. Dadan menjelaskan bahwa fasilitas operasional yang telah terjangkau jaringan gas diarahkan untuk sepenuhnya menggunakan gas alam.
Lebih lanjut, SPPG yang berada di wilayah dengan akses Compressed Natural Gas (CNG) didorong untuk segera melakukan konversi dari penggunaan LPG ke CNG. Langkah strategis ini dinilai efektif untuk memperkuat ketahanan energi di tingkat nasional.
Penggunaan energi alternatif secara masif tersebut diyakini akan membuat kemandirian energi Indonesia menjadi lebih tangguh di masa depan. Berbagai upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong implementasi energi yang ramah lingkungan.
Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id