Unhas Siap Menjadi Pusat Unggulan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia Timur
MAKASSAR — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Jamaluddin Jompa, menegaskan komitmen kampusnya dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan saat membuka kegiatan BGN Goes to Campus di Auditorium Prof. A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas, Makassar, pada Selasa (5/5/2026). Program ini dinilai penting sebagai upaya peningkatan gizi nasional sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Jamaluddin mengatakan bahwa MBG bukan sekadar program sektoral, melainkan agenda besar lintas disiplin di lingkungan kampus. Menurutnya, seluruh fakultas di Unhas harus terlibat aktif dalam menyukseskan program strategis pemerintah tersebut. "MBG adalah program yang dahsyat, sayang sekali kalau kampus hanya menjadi penonton," ujarnya.
Unhas telah menyiapkan berbagai dukungan konkret, mulai dari produksi bahan pangan hingga pengembangan inovasi. Fakultas Peternakan Unhas, misalnya, saat ini telah mampu memproduksi hingga 70 ribu ekor ayam per bulan. Selain itu, kampus juga berhasil mengembangkan galur baru bernama Ayam Alope yang beradaptasi tinggi di Sulawesi Selatan.
Inovasi Pangan dan Kemandirian Kampus
Dukungan lain datang dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan yang siap memasok kebutuhan ikan untuk program gizi tersebut. Kampus ini bahkan sedang mengembangkan penyedap rasa tanpa MSG sebagai bagian dari inovasi pangan sehat. Seluruh proses di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan dijadikan percontohan terbaik oleh pihak kampus.
Kajian-kajian di Unhas diarahkan agar seluruh bahan MBG dapat diproduksi secara mandiri dari dalam kampus. Jamaluddin menegaskan ambisi Unhas untuk menjadi pusat unggulan (center of excellence) MBG di kawasan timur Indonesia. Prinsip nasionalisme ditekankan dengan mengupayakan penggunaan produk buatan lokal, mulai dari peralatan makan hingga kendaraan operasional.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah pusat keanekaragaman hayati dunia yang memiliki potensi besar. Oleh karena itu, kebutuhan dasar seperti daging ayam tidak seharusnya bergantung pada impor yang memakan biaya sangat besar.
MBG sebagai Laboratorium Nyata
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, menyebut MBG sebagai ruang pembelajaran nyata bagi dunia kampus. Ia berharap semua fakultas dapat mengambil peran sesuai bidang keilmuannya masing-masing. Program ini lahir dari kepedulian terhadap masih banyaknya masyarakat yang belum mendapatkan akses pangan secara layak.
BGN membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memberikan masukan agar pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif. Salah satu bentuk kontribusi yang diharapkan adalah keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bidang kesehatan. Nanik berharap Unhas dapat menjadi pelopor bagi kampus lain agar MBG benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Keterlibatan lintas sektor juga terus didorong, termasuk peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program tanggung jawab sosial (CSR). Dukungan ini diharapkan dapat membantu pembangunan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Nanik turut mengapresiasi fasilitas laboratorium Unhas yang siap membantu pengecekan jika terjadi kejadian menonjol terkait keamanan pangan.
Dampak Ekonomi dan Tantangan SDM
Nanik menyoroti dampak ekonomi dari program MBG yang mulai mendorong pertumbuhan industri pendukung, seperti peralatan rumah tangga dan rantai pasok pangan. Pergerakan uang di masyarakat ini dinilai memberikan efek ekonomi yang sangat penting bagi kesejahteraan lokal. Namun, tantangan seperti keterbatasan pasokan buah dan dominasi industri besar dalam penyediaan ayam masih perlu diselesaikan.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BGN mendorong Unhas memperkuat sektor peternakan dan pengembangan bahan baku lokal. Kesiapan sumber daya manusia juga dinilai krusial untuk menunjang program strategis ini. "Kebutuhan SDM sangat besar, mulai dari pengawas gizi, akuntan, hingga ahli sanitasi lingkungan," pungkas Nanik.
Kegiatan BGN Goes to Campus ini menjadi momentum penting penguatan sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan keberhasilan program MBG sebagai upaya strategis peningkatan kualitas masyarakat Indonesia.
Disarikan dari sumber resmi www.bgn.go.id