Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Dorong Pertumbuhan Sektor Pertanian Lewat Inovasi Petani Milenial
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus memperkuat sektor pertanian dan ekonomi daerah melalui program regenerasi petani milenial. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan komitmen tersebut di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (30/4/2026).
Menurut Ipuk, sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah karena potensinya yang besar sebagai penggerak ekonomi. Pertanian juga menjadi perhatian utama pemerintah agar anak muda semakin tertarik untuk terjun langsung ke sektor tersebut.
Upaya regenerasi ini diwujudkan lewat program unggulan bernama Jagoan Tani yang telah diluncurkan sejak tahun 2021. Program ini memberikan pendampingan, akses mentor, serta dukungan modal bagi generasi muda untuk berwirausaha di bidang pertanian.
Inovasi Petani Milenial
Sejak mulai berjalan, program Jagoan Tani telah melahirkan ratusan petani milenial di lini budidaya, pengolahan, hingga pemasaran hasil pertanian. Ipuk menilai kreativitas dan semangat inovasi generasi muda merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan ke depan.
Dampak positif program ini terlihat nyata melalui kehadiran pemuda inovatif di desa, seperti Paul Corneles Hariyono dari Desa Purwoharjo. Berbekal potensi alam daerahnya, lulusan teknik sipil ini sukses membangun greenhouse melon hidroponik premium bernama "Virgin Farm".
Paul menanam ratusan tanaman melon varietas premium seperti sweet lavender, sweet honey, dan dalmatian. Produk unggulan seharga Rp30.000 hingga Rp45.000 per kilogram tersebut ke depannya juga direncanakan menjadi destinasi wisata petik buah.
Sistem Pertanian Terintegrasi
Inovasi pertanian cerdas juga diusung oleh Rega, seorang pemuda asal Desa Karetan. Ia berhasil mengembangkan sistem pertanian terintegrasi pada lahan seluas satu hektare yang memadukan budidaya tanaman jeruk dan jagung.
Lahan milik Rega turut diintegrasikan dengan peternakan domba serta perikanan secara sirkular. Limbah ternak diolah menjadi pupuk organik, sedangkan sisa tanaman dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak.
Sistem ini dinilai sangat bermanfaat bagi kemandirian dan efisiensi para petani muda di Banyuwangi. Kebutuhan pupuk dan pakan yang dapat dipenuhi secara mandiri membuat proses produksi menjadi jauh lebih hemat dan ramah lingkungan.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id