Kolaborasi Kemdiktisaintek dan TNI AL Targetkan Panen Kedelai 3.000 Ton
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama TNI Angkatan Laut dan sektor industri menggelar Rapat Implementasi Kerja Sama pada Kamis (30/4/2026) untuk memperkuat budidaya kedelai di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui intervensi riset dan teknologi.
Hingga April 2026, program budidaya ini telah mencakup ribuan hektare lahan dengan pendampingan intensif kepada 70 kelompok tani. Program yang tersebar di 18 desa binaan tersebut juga mendapat dukungan benih lebih dari 100 ton serta bantuan sarana produksi berupa 20 unit traktor.
Berdasarkan data lapangan, produktivitas varietas kedelai Grobogan diproyeksikan mencapai 1,5 hingga 2 ton per hektare. Melalui luasan tanam yang ada, total hasil panen diperkirakan akan melampaui 3.000 ton dalam siklus tanam sekitar 75 sampai 80 hari.
Model Kolaborasi Pentahelix
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menegaskan, pendekatan kolaboratif adalah kunci membangun ekosistem ketahanan pangan. Kolaborasi antara TNI AL, Kemdiktisaintek, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan industri merupakan model pentahelix yang harus terus diperkuat.
Menurutnya, perguruan tinggi berperan memastikan proses produksi berbasis riset dan teknologi presisi, mulai dari pengembangan varietas hingga pendampingan lapangan. Upaya ini tidak sekadar mengejar peningkatan produksi, tetapi juga memastikan peningkatan kesejahteraan petani secara nyata.
Dukungan Hilirisasi dan Asta Cita
Dalam implementasinya, Kemdiktisaintek berfungsi sebagai penghubung antara kapasitas riset kampus dengan kebutuhan riil penguatan hilirisasi pertanian. Keterlibatan industri sebagai offtaker atau pembeli memberikan kepastian pasar yang menguntungkan bagi para petani.
Langkah strategis ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait keterlibatan lintas sektor dalam pengembangan komoditas strategis. Program budidaya ini juga mendukung agenda Asta Cita untuk mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembada pangan.
Ke depan, pemerintah berencana memperluas model kolaborasi ini ke berbagai daerah dan komoditas pertanian lainnya. Peran perguruan tinggi akan terus diperkuat sebagai motor inovasi yang berkontribusi langsung pada ketahanan pangan nasional.
Disarikan dari sumber resmi infopublik.id