Logo
Home Berita

Presiden Prabowo Jadikan TPST Banyumas Model Pengelolaan Sampah Nasional

Oleh Redaksi 29 Apr 2026
Presiden Prabowo Jadikan TPST Banyumas Model Pengelolaan Sampah Nasional
Presiden Prabowo Jadikan TPST Banyumas Model Pengelolaan Sampah Nasional — infopublik.id
Presiden Prabowo jadikan TPST Banyumas model percontohan nasional pengelolaan sampah. Pemerintah targetkan kendali masalah sampah dalam tiga tahun.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat penanganan masalah sampah secara nasional pada Selasa (28/4/2026). Hal ini disampaikan Kepala Negara saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Berwawasan Lingkungan dan Edukasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang kini dijadikan model percontohan.

Menurut Presiden Prabowo, model pengelolaan sampah seperti TPST Banyumas telah mulai diadopsi oleh berbagai daerah lainnya. Laporan yang diterimanya menyebutkan sedikitnya 13 kabupaten di Jawa Tengah telah berhasil mengembangkan sistem serupa.

"Pemerintah pusat akan mendorong dan memberikan bantuan untuk mengembangkan serta meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di daerah," ujar Presiden. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah telah menjadi prioritas nasional yang harus segera ditangani secara menyeluruh.

Target Nol Sampah dan Nilai Ekonomi

Presiden Prabowo menargetkan Indonesia mampu mengendalikan permasalahan sampah secara menyeluruh dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Ia juga menyambut baik target Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mencapai konsep zero waste to money pada 2028 melalui sinergi pusat dan daerah.

Selain penyelesaian masalah lingkungan, Presiden menyoroti pemanfaatan hasil olahan sampah di TPST, salah satunya adalah produksi genteng. Produk turunan ini dinilai ekonomis dan berpotensi besar mendukung program bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat.

Material Ramah Lingkungan

"Produk genteng ini cukup efektif dan terjangkau. Ini bisa menjadi bagian dari program bantuan perbaikan rumah," kata Presiden Prabowo. Ia juga mendorong masyarakat untuk menggunakan material bangunan yang lebih sehat dan ramah lingkungan.

Kepala Negara mengingatkan agar penggunaan bahan bangunan yang mudah berkarat, seperti seng, dapat segera dikurangi. Menurutnya, material bangunan yang digunakan harus sehat, nyaman bagi penghuni, sekaligus mendukung estetika lingkungan sekitar.

Pengelolaan sampah ditekankan bukan hanya sebagai persoalan lingkungan semata. Presiden Prabowo menilai sektor ini mampu menciptakan nilai ekonomi baru, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Disarikan dari sumber resmi infopublik.id

Penulis
Redaksi
Jurnalis kami menyajikan berita dengan akurat dan berimbang untuk Anda.
Bagikan:
Link berhasil disalin